DPRD Nagekeo Sebut Proyek Gedung Puskesmas Maunori Terancam Gagal, Simak Liputannya!

Anggota DPRD Nagekeo Sebut Proyek Gedung Puskesmas Maunori terancam gagal, simak liputannya!

DPRD Nagekeo Sebut Proyek Gedung Puskesmas Maunori Terancam Gagal, Simak Liputannya!
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Anggota DPRD Nagekeo, Yohanes K. Gore 

Anggota DPRD Nagekeo Sebut Proyek Gedung Puskesmas Maunori terancam gagal, simak liputannya!

POS-KUPANG.COM | MBAY - Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo sekaligus Ketua Badan Penyantun Puskesmas Maunori, Yohanes K.Gore, mengatakan, proyek lanjutan pekerjaan gedung rawat jalan Puskesmas Maunori terancam gagal.

Proyek dengan nilai kontrak Rp 1.167.303.700,06 terancam gagal karena pekerjaan belum dimulai atau baru 0%.

Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri Tito Karnavian Dorong Dukcapil Lakukan Ini untuk Hemat Anggaran

Yohanes menyayangkan bahwa gedung puskesmas yang merupakan kebutuhan penting masyarakat tersebut belum mulai dibangun.

"Tahun 2019 akan segera berakhir dan gedung tersebut sama sekali belum mulai dikerjakan. Artinya proyek tersebut terancam gagal. Saya sendiri bersama Anggota Komisi C DPRD Nagekeo telah meminjau lokasi pada tanggal 21 November 2019. Dan tidak ada aktifitas pekerjaan apapun, papan proyek juga tidak ada," ungkap Yohanes, kepada sejumlah wartawan di Mbay Kabupaten Nagekeo, Selasa (26/11/2019).

Diduga Peras Kades, Saber Pungli OTT 4 Anggota LSM, Ini Barang Bukti yang Disita

Yohanes mengatakan proyek tersebut merupakan lanjutan dari tahun 2016 dan tahun 2020 dianggarkan lagi karena memang menjad sebuah kebutuhan masyarakat.

"Ini kan proyek lanjutan. Sebelumnya proyek yang sama pernah dikerjakan pada tahun 2016 tetapi gagal diselesaikan.Tahun 2020 dianggarkan untuk dilanjutkan pengerjaannya, karena merupakan kebutuhan penting masyarakat. Lanjutan pekerjaan gedung rawat ini juga diusulkan sebagai kebutuhan prioritas dalam Musrenbang Tingkat Kecamatan Keo Tengah," terang Yohanes.

Yohanes mengatakan tidak mengetahui kenapa proyek tersebut tidak dikerjakan.

"Tapi kenyataannya sampai sekarang belum ada aktifitas. Saya heran mengapa pemerintah melalui dinas terkait tidak melakukan upaya sehingga proyek ini dapat berjalan? Kalau dibiarkan artinya pemerintah yang merencanakan kegagalan tersebut," ujar Yohanes.

Yohanes mengharapkan agar Pemda Nagekeo tidak berdiam diri terhadap hal tersebut. Gedung rawat jalan itu sangat penting bagi sebuah puskesmas.Proses tender dan lain-lain sudah selesai.

"Mengapa belum mulai dikerjakan? Ada apa ini? Kalau puskesmas ini terus dibiarkan tanpa gedung rawat pasien di sini mau disuruh rawat di mana?," ungkap dia.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari website LPSE Kabupaten Nagekeo, proyek tersebut merupakan pekerjaan konstruksi pada Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, dengan nilai kontrak Rp 1.167.303.700,06.

Tender proyek dimenangkan oleh CV.Vabrlin.co yang beralamat di Bajawa Kabupaten Ngada. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved