Di Sikka - NTT, Ibu Hamil Pemilik Shabu-Shabu  2,91 Gram Mengaku Dijebak

Penangkapan dan penahanan ibu hamil, EW alias E (34) menerima paket pengiriman shabu-shabu seberat 2,91 gram dari kapal Peln

Di Sikka - NTT, Ibu Hamil Pemilik Shabu-Shabu  2,91 Gram Mengaku Dijebak
Pos-kupang.com/egnius  mo’a
Yohanes  D  Tukan,S.H  (kacamata), dan  Alfonsus Hilarius  Ase, S.H, M.Hum. 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Penangkapan dan penahanan  ibu hamil, EW  alias  E (34)   menerima paket  pengiriman shabu-shabu seberat  2,91 gram  dari kapal Pelni  KM   Umsini, Kamis   (7/11/2019)  diprotes keras   kuasa  hukum EW,  Yohanes  D  Tukan,  S.H,  dan  Alfonsus  Hilarius Ase,  S.H,M.Hum.

Menurut penasehat hukum, klienya dijebak oleh  oknum  tertentu   sedangkan  pemilik barang,  namanya  tertera di  luar  gardus  Marga,  dibiarkan bebas tak disentuh  proses  hukum.

“Kalau  polisi menduga  benar  di  dalam  gardus bersimpan  barang haram (shabu-shabu), seharusnya  menangkap orang   yang antar dan membawa  gardus  dari  Makassar ke Pelabuhan  Lores Say Maumere. Selanjutnya   dari  pelabuhan kepada penerima barang,  Marga. Bukan klien  saya,”  kata Yohanes Tukan,  didampingi Alfons Hilarius Ase, Senin  (24/11/2019) di  Maumere.

Pada  bagian  luar gardus tertulis nama Marga to Momere (mungkin maksudnya Maumere). Sedangkan di  dalam   gardus,  tertulis  Erna  Wati to  Momere.

Ketika  gardus  itu tiba  di pelabuhan dibawa   buruh  pelabuhan  dari atas  kapal diletakan di atas  bale-bale.  EW, Marga dan seorang bayi  digendongnya berada di sana.   Pada  saat, EW mengambil  gardus  itu,  ia ditangkap  dua  anggota  polisi  yang  berada di sana.

5 Ruangan SMPN 2 Kondamara Rusak Diterpa Angin, Dinas Pendidikan Segera Lakukan Ini

“Klien  saya dipaksa  untuk  ambil  (gardus). Padahal   orang yang diduga  keras terlibat, namanya  tertera di atas  gardus  dibiarkan bebas  berkeliaran,” tanya Yohanes Tukan.

Yohanes Tukang  mendesak  penyidik menetapkan Marga  menjadi  tersangka  bukan hanya sebatas  saksi.

“Keterlibatanya   sangat aktif sebelumnya. Dia  menelpon  ke mana-mana dan mengajak   klien saya ke pelabuhan  mengambil barang itu,”  tegas  Yohanes.

Kejanggalan lainnya,  kata   Yohanes,  setelah menangkap EW,  mereka membawa   EW ke  kamar kosnya di  Lorong Angkasa, Kelurahan Waioti.  Dari  Waioti, mereka  menuju  salah satu  rumah kos membuka gardus itu di sana.

EW, warga  Jalan  Kelapa  3, Gang  2  Nomor  3  RT 005/RW 007  Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, ditangkap Kamis   (7/11/2019)  sekitar  pukul 19.30  Wita  di area  Pelabuhan  Lorens Say, Kota Maumere.  Perempuan  berbadan dua  usia  kandungan tujuh  bulan   telaj ditetapkan menjadi tersangka  ditahana di  Rutan  Maumere. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius  mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved