Kasus PDAM Ende Mengarah Pada Satu Tersangka

saat ini memang mengarah kepada satu orang namun demikian tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

Kasus PDAM Ende Mengarah Pada Satu Tersangka
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kajari Ende, Sudarso SH MH 

Kasus PDAM Ende Mengarah Pada Satu Tersangka

POS-KUPANG.COM|ENDE---Kasus mark up pembayaran rekening listrik PDAM Ende oleh oknum di Kantor Pos Ende mengarah pada satu tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso SH.MH mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Senin (25/11/2019) ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus mark up pembayaran rekening listrik milik PDAM Ende.

Kejari Sudarso mengatakan bahwa setelah melakukan serangkain penyidikan pihaknya berkesimpulan bahwa kasus mark up pembayaran rekening listrik milik PDAM Ende oleh oknum pegawai Kantor Pos Ende mengarah pada satu tersangka.

Namun demikian ujar Kejari Sudarso pihaknya belum menetapkan siapa yang menjadi calon tersangka dalam kasus mark up rekening tersebut.

“Tentang siapa yang menjadi tersangka akan kita lihat dalam perkembangan selanjutnya namun yang pasti dalam kasus mark up itu sudah mengarah kepada satu tersangka,”kata Kejari Sudarso.

Kejari Sudarso mengatakan bahwa untuk melengakapi berkas pemeriksaan pihaknya juga akan meminta keterangan dari PDAM Ende selaku pihak yang dirugikan.

Dalam kasus itu ujar Kejari Sudarso pihaknya juga akan mendalami lagi peran orang-orang di PDAM Ende sehingga terjadi mark up rekening listrik namun tidak diketahui oleh mereka.

Soal jumlah calon tersangka Kejari Sudarso mengatakan bahwa saat ini memang mengarah kepada satu orang namun demikian tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

“Iya calon tersangka baru bisa saja dari Kantor Pos namun juga bisa juga dari PDAM tapi untuk sementara baru mengarah pada satu tersangka,”kata Kejari Sudarso.

Sebelumnya diberitakan Kejaksaan Negeri Ende mengusut dugaaan mark up (penggelembungan-red) pembayaran rekening listrik di Kantor Pos dan Giro Cabang Ende oleh PDAM Ende kepada PT PLN.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Kejaksaan Negeri Ende menemukan fakta bahwa telah terjadi dugaan penggelembungan pembayaran rekening listrik milik PDAM Ende oleh pihak Pos dan Giro Cabang Ende yang dilakukan sejak tahun 2015 hingga Juni 2017.

Adapun proses penggelembungan terjadi yakni PT Pos Cabang Ende mengeluarkan rekening listrik yang dikeluarkan dari PT PLN kepada PDAM Ende.

Dua Bulan Terkatung-katung, Warga Bokong Minta Polres Kupang Tuntaskan Kasus Curnak

Innalillahi! Kabar Duka Bagi Penggemar KPop, Goo Hara Meninggal, Sempat Ucapkan Hal Menyentuh Ini

Namun demikian jumlah rekening yang dibayarkan oleh PDAM jauh lebih besar dari yang seharusnya dibayar oleh PDAM Ende dan itu terjadi terus menerus setiap bulan selama 2,5 tahun dari tahun 2015 hingga Juni 2017.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved