Berita Kesehatan

dr. Pertho Rinaldi Marpaung: Kenali Bahaya Anemia Pada Ibu Hamil

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor risiko yang penting dalam kesehatan ibu hamil.

dr. Pertho Rinaldi Marpaung: Kenali Bahaya Anemia Pada Ibu Hamil
Dokumentasi pribadi
dr. Pertho Rinaldi Marpaung 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - AnemiaA adalah suatu kondisi dimana sel darah merah memiliki kadar hemoglobin (Hb) dibawah nilai normal.

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor risiko yang penting dalam kesehatan ibu hamil.

Angka kejadian anemia pada ibu hamil
Menurut World Health Organization tahun 2011 menyebutkan angka kejadian ibu hamil yang menderita anemia secara global sebesar 38,2%, angka kejadian di Indonesia sebesar 23%.

dr. Kresnawati Wahyu Setiono, MCTM: Bahaya Membuang Bangkai Hewan ke Sungai

Sedangkan menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyebutkan terdapat 48,9% ibu hamil yang menderita anemia dengan kadar Hb kurang dari 11 g/dL.

Nilai batas untuk anemia pada ibu hamil
Hb kurang dari 11 g/dL pada Trimester I dan III, atau Hb kurang dari 10,5 g/dL pada Trimester II.

Pembagian anemia pada ibu hamil menurut WHO sebagai berikut, anemia ringan (Hb antara 10 -10,9 g/dL), anemia sedang (Hb antara 7 -9,99 g/dL), anemia berat (Hb kurang dari 7 g/dL).

Penyabab anemia pada ibu hamil
Anemia pada kehamilan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kekurangan zat-zat nutrisi (zat besi, asam folat, dan vitamin B12), infeksi, penyakit kronis (seperti tuberkulosis, HIV, keganasan), dan kelainan genetik.

Ramalan ZODIAK CINTA Selasa 26 November 2019, Taurus Hilang Kesabaran, Pisces Jaga Emosi

Namun sekitar 20% ibu hamil yang menderita anemia disebakan oleh kekurangan zar-zat nutrisi.

Anemia pada kehamilan dapat menyebabkan risiko buruk pada ibu yang mengandung maupun janin yang dikandungnya.

Pada ibu dapat terjadi preeklamsia, perdarahan pada saat kehamilan, perdarahan setelah melahirkan, gagal jantung, hingga menyebabkan kematian.

Sedangkan pada janin dapat terjadi pertumbuhan janin terhambat, bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), gangguan perkembangan otak, hingga menyebabkan kecacatan dan kematian.

Ashanty Ambruk saat Sholat Maghrib, Istri Anang Jelaskan Penyakit yang Dideritanya Autoimun

Pencegahan
Dalam upaya untuk mencegah anemia pada kehamilan, penting bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kehamilan guna menghindari gangguan sedini mungkin dari segala sesuatu yang membahayakan terhadap kesehatan ibu dan janin.

Selain itu, ibu hamil harus memenuhi asupan makanan yang cukup dengan pola gizi yang seimbang karena hal ini penting untuk proses tumbuh kembang janin dan derajat kesehatan ibu.

Ibu hamil juga dianjurkan mengkonsumsi paling sedikit 90 tablet zat besi selama kehamilan dan asam folat untuk mencegah anemia dan menjaga pertumbuhan janin secara optimal. (*)

Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved