Berita Cerpen

Cerpen Maria Hebi: Oh Love of My Life

Oh Love of My Life. Ah, Angie manisku. Mampukah aku melupakanmu dengan kebebasanku yang kian terpenjara ini?

pos-kupang.com
Oh Love of My Life 

Seperti embun merayapi kelopak mawar dan pergi setelah syahdu pagi memanggil kupu-kupu yang mungil. Dia selalu sejuk dalam meski dalam ketiadaanya.

Sayup kudengar vokalis legendaris Queen, Freddie Mercury dalam Love Of My Life mengalun lembut dari rumah tetangga, selembut cinta yang telah kusemai di relung hati. Love of my life you hurt me. You've broken my heart and now you leave me. Love of my life can't you see. Bring it back, bring it back. Don't take it away from me. Because you don't know, what it means to me. Love of my life don't leave me. You've stolen my love, you now desert me. Love of my love can't you see.

Aku terdiam membisu. Kedua tanganku saling mengatup erat dalam jemari yang dingin. Makna lagu ini sangat dalam. Betapa cinta yang sejati tumbuh dan bermekaran dalam kegelisahan dan kecemasan.

Kegalauan akan cinta sejati yang mungkin tak kan terjangkau. Oh, cintaku, kau tinggalkan aku setelah kau curi seluruh hati dan cintaku, demikian kesedihan mengaliri lirik dalam lagu itu. Dan aku semakin gelisah.

Ramalan ZODIAK CINTA Selasa 26 November 2019, Taurus Hilang Kesabaran, Pisces Jaga Emosi

Kegelisahan terus menelanjangi kesendirianku dan mengupas kulit-kulit ari yang menempel. Jantungku bergemuruh, memacu nalar dan logika, memerah kebenaran dan keihklasan. Aku sebenarnya adalah obyek yang dimaksudkan Freddie dalam lagunya.

Akulah yang pergi dan meninggalkan Angie tanpa sepatah kata. Meski aku tahu bahwa sayap-sayap cintanya telah memelukku erat dan erat. Aku terlalu gentar untuk berkata jujur tentang apa yang telah kurasakan.

Keberanianku terlampau dibungkus oleh tradisi warisan tentang kegagahan seorang lelaki yang tak boleh latah mengeksplorasi perasaan. Aku dibelenggu oleh prestise warisan para penakluk wanita dalam hikayat purba.

Dan kini, haruskah aku menyisakan separuh dari air mataku untuk menyesali apa yang telah aku lewatkan. Aku berpikir bahwa akulah yang mesti menunjukkan jalan pada cinta yang telah kupelihara ini, namun aku keliru.

Sebab ternyata kini, cintalah yang menghantarku kembali kepadanya. Oh Love of My Life don't leave me. Aku telah mencuri hatimu dan kini aku akan menghantarnya kembali bersama remah-remah cinta yang kukumpulkan dari amuk rasa yang tak pernah berhenti berteriak.

Dulu Sering Bertengkar dengan Guru, Ketua DPD REI NTT: Ada Satu Guru Spesial Buat Saya

Oh, gadisku yang manis. Aku tahu kini betapa dalam rasa yang telah kukubur, bukan untuk melupakanmu, namun untuk menjaganya agar dia dapat tumbuh dan terus bertunas.

Cintamu yang tulus telah kujumpai dalam setiap ruas kata yang kau ucapkan di senja merah. Parasmu elok seperti kepingan hati yang hidup. Kau bahkan telah meberikan isyarat tentang kebenaran cinta yang telah kau bangun.

Maka semestinya aku menelusurinya, meski harus menemui jalan yang terjal dan curam. Sebab cinta adalah pancaran indah kilau mahkota. Seperti simpul-simpul yang menyatukan carut marut hati yang tak pernah diam mencari, menabur dan merindu akan musim menuai.

Seperti mengasah intan menjadi berlian. Seperti tangan yang terangkat untuk piala yang segera diisi dengan anggur merah. Seperti himpunan doa dan litani yang membalut luka-luka yang mengering.

Dan kemarau ini semakin panjang. Seribu malam berlalu mencabik asa tentang rinduku padamu. Rindu yang bercerita tentang dua anak adam di bawah kaki langit. Antara kita yang terpisah ruang dan waktu.

Bupati Kamelus Jadi Ketua Alumni Undana Kupang di Manggarai

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved