Mahasiswa Penjaskes Undana Praktek Outbound dan Rekreasi di Sekolah Alam Manusak

90 mahasiswa jurusan Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan kesehatan) semester V, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, melakukan praktek kuli

Mahasiswa Penjaskes Undana Praktek Outbound dan Rekreasi di Sekolah Alam Manusak
foto : Edi Hayong
Mahasiswa jurusan Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan kesehatan) semester V, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, melakukan praktek kuliah lapangan di Manusak, Jumat (22/11/2019) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI--Sebanyak 90 mahasiswa jurusan Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan kesehatan) semester V, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, melakukan praktek kuliah lapangan.

Praktek ini dilakukan untuk mata kuliah  pendidikan rekreasi dan outbound, di Sekolah Alam di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat (22/11/ 2019).

Pada saat kunjungan ini, mahasiswa didampingi dua orang dosen  pendamping mata kuliah yakni,  Veramyta Maria Martha Flora Babang, S.Pd Jas, M.Or, dan Al Ihsan Tajuddin, S.Pd, M.Pd.

Flora Babang  dalam kunjungan ini menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai praktek belajar lapangan para mahasiswa  untuk mata kuliah pendidikan rekreasi dan outbound di sekolah alama.
“Kami memilih sekolah alam sebagai tempat praktek karena kami ingin memberikan pelajaran kepada para mahasiswa agar berpikir kreatif dan inovatif untuk menciptakan permainan dan rekreasi berkonsep bahan alam. Karena memang kita harus kembali ke alam sebagai tempat kita hidup dan belajar,” jelasnya.

Anggi Riliani Abanat, perwakilan mahasiswa Penjaskes mengungkapkan,  dalam praktek ini dirinya merasa sangat terinspirasi dengan pembelajaran dan permainan di sekolah alam.

“Saya merasa sangat termotivasi dengan proses belajar dan bermain di sekolah alam. Banyak permainan sederhana di sini yang bisa merangsang perkembangan anak. Anak-anak dilatih bekerjasama dan fokus untuk belajar melalui bermain. Apalagi di alam. Saya kira ini yang bisa kita terapkan di mana saja. Terima kasih untuk kesempatan praktek dan belajar yang baik ini,” ungkap Anggi.

Dalam sambutannya, Yahya Ado, pendiri sekolah alam pertama di NTT ini memberikan apresiasi dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Undana, terutama kepada para dosen pembimbing dan teman-teman mahasiswa yang memilih sekolah alam sebagai tempat praktek dan kunjungan belajar.

“Sebagai alumni Undana, saya harus menyampaikan terima kasih dan apresiasi saya, karena Undana yang sudah dua kali datang untuk melakukan kunjungan belajar. Pertama dari jurusan PG PAUD dan kali ini dari Penjaskes," katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukann di Manusak sebenarnya ingin memberikan ruang belajar kepada siapa saja tentang sekolah yang menyenangkan dengan konsep alam.

"Kami menggunakan alam sebagai media belajar.  Bagi kami, syarat pertama sekolah adalah bahagia. Anak, orang tua dan guru harus bahagia berada di sekolah. Sehingga konsep sekolah alam ini tidak hanya untuk belajar formal, tetapi juga menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan,” ungkap Yahya.

Selain melakukan outbound bersama, para mahasiswa juga melakukan observasi tentang media permainan di sekolah alam sebagai bahan belajar untuk dikembangkan.

Ketua Umum IPSI NTT Beri Bonus Pesilat Peraih Medali Pra PON, Andre Koreh: Agar Tetap Tekun Berlatih

Terutama yang terkait dengan media bermain dan rekreasi. Hal ini sebagai masukan bagi sekokah alam untuk pengembangan ke depan. Juga bekal bagi para mahasiswa ketika nanti akan mengajar di sekolah di mana saja.

Kunjungan praktek ini diterima oleh kepala sekolah, sekaligus pendiri sekolah alam Yahya Ado,  bersama Ketua Himpaudi Kecamatan Kupang Timur, Pdt. Yetty Fangidae,   dan para guru, Lyla Laowalu dan Yuandry Laowalu, serta perwakilan orang tua murid.(*)


Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved