Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus : Pesparani Bukan Sekedar Bernyanyi, Ini Maknanya
Uskup Maumere di Pulau Flores, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, mengatakan Keuskupan Maumere mendukung Pesparani sebagai kegiatan pembinaan i
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Uskup Maumere di Pulau Flores, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, mengatakan Keuskupan Maumere mendukung Pesparani sebagai kegiatan pembinaan iman umat terutama iman kaum muda, remaja dan anak-anak. Kaum muda merupakan masa depan gereja dan bangsa yang harus disiapkan atau menyiapkan diri di masa kini.
“Paduan suara tidak sekadar bernyanyi, tetapi juga sarana pewartaan kabar gembira dan iman akan Tuhan yang hidup,” kata Mgr.Edwaldus Martinus Sedu, dalam pembukaan Pesparani Kabupaten Sikka, Kamis (21/11/2019) malam di Aula Nawacita Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Pulau Flores.
• Kasus Korupsi NTT Fair, Kuasa Hukum Sebut Keterangan Yulia Afra Tidak Mendasar
Pembukaan Pesparani dirayakan dengan misa oleh konselebran utama, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu, dihadiri Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, ratusan peserta lomba dan pengurus LPK3D Sikka.
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengutip ungkapan Latin, ‘qui bene cantat bis ora’, siapa yang bernyanyi dengan baik berdoa dua kali. Ungkapan ini, kata Roby Idong, sapaan Fransiskus Roberto Diogo, menggugah hati kita dan relevan dengan Pesparani yang diselenggarakan pertamakali di Sikka.
Ia mengatakan, Pesparani adalah ajang memuliakan Tuhan dengan lagu, mazmur dan puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Rahim dan Maha Kuasa. Dengan Pesparani, kita semua ingin merajut silahturahmi, ikatan persaudaraan yang sejati, di antara sesama umat Katolik maupun dengan umat agama lain, lingkungan dan budaya lain. Karena itu, tepat sekali tema Pesparani, Memuliakan Tuhan, Merajut Persaudaraan Sejati.
• Mantan Bupati Sikka Seret Oknum DPRD ke Polisi, Ini yang Menjadi Pemicunya
“Saya dorong kita semua dan para peserta lomba untuk tetap meneguhkan iman kita melalu ajang Pesparani, seraya memuliakan Tuhan dan merajut persaudaraan dengan semua orang dimuka bumi ini. Kita harus menjadi satu keluarga besar di Nian Sikka,” kata Roby Idong.
Roby Idong, mengatakan, Pemda Sikka didukung DPRD berkomitmen menyediakan dukungan dana dalam APBD untuk Pesparani.
“Saya kira DPRD pasti setuju, karena ajang ini adalah ajang di mana kita dapat membina iman umat sekaligus merajut persaudaraan sejati. Persaudaraan yang hakiki tanpa kepalsuan tanpa dusta di antara kita,” imbuh Roby Idong.
Ketua LP3K Sikka, Dr.Gery Gobang, S.Fil,MA menyampaikan terima kasih khusus kepada Uskup Maumere,Mgr.Edwaldus Martinus Sedu.
“Kami selalu kuat mengurus Pesparani sejak mendapat mandat untuk pertama kalinya dibentuk wadah LP3KD,” ujar Gery Gobang.
Lomba Pesparani berakhir Minggu (24/11/2019) tepat pada hari raya Raja Kristus Semesta Alam. Kita boleh bersama memuliakan nama Tuhan dan merajut persaudaraan dengan sesama.
Gery mengakui, Pesparani pertama ini dukungan Pemda Sikka memberikan dana hibah. Ia mengharapkan dukungan pemerintah untuk keikutsertaan utusan Pesparani Sikka dalam lomba tingkat Pesparani antara kabupaten di Kupang. Istri Bupati Sikka, Maria Chayani akan memimpin kontingen Sikka. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo’a).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/uskup-maumere-mgredwaldus-martinussedudisambut.jpg)