Inilah Sederet Keunggulan Para Milenial Staf Khusus Presiden yang Bikin Jokowi Jatuh Cinta, Salut!

Inilah Sederet Keunggulan Para Milenial Staf Khusus Presiden yang Bikin Jokowi Jatuh Cinta, Salut!

Inilah Sederet Keunggulan Para Milenial Staf Khusus Presiden yang Bikin Jokowi Jatuh Cinta, Salut!
tribunnews.com
Inilah Sederet Keunggulan Para Milenial Staf Khusus Presiden yang Bikin Jokowi Jatuh Cinta, Salut! 

Lewat program SabangMerauke dan Milenial Islami, Ayu Kartika Dewi ingin mendorong narasi-narasi perdamaian dan keberagaman di Indonesia

Sejak kecil Ayu Kartika Dewi sering berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti ayahnya yang harus berdinas di daerah lain, membuatnya terbiasa berada di lingkungan masyarakat yang beragam.

Namun saat bertugas menjadi guru sekolah dasar di Desa Papaloang, Halmahera Selatan, Maluku Utara, ia tersentak dengan kenyataan soal intoleransi dan konflik dalam masyarakat di negara ini.

Waktu itu 2010, dan Ayu sedang mengikuti program Indonesia Mengajar, sebuah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim anak-anak muda terpilih ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai pengajar SD.

Pengalaman di Maluku mendorong Ayu untuk mengabdikan dirinya pada isu keberagaman setelah kembali ke Jakarta. Pada 2013, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga itu mendirikan SabangMerauke, sebuah program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia, untuk menanamkan nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

Dalam program tersebut, para peserta yang merupakan siswa sekolah menengah pertama selama tiga minggu tinggal dengan keluarga yang berbeda dan berinteraksi dengan teman-teman yang berbeda. Setelah kembali ke daerahnya, mereka akan menjadi diharapkan menjadi duta perdamaian di daerah masing-masing.

Sampai sekarang SabangMerauke telah menjangkau ribuan siswa. Ayu mengatakan interaksi dengan anak-anak tersebut selalu membuat ia geleng-geleng kepala sambil tersenyum, terutama saat mendengarkan pengalaman para peserta ketika pertama kali bertemu dengan umat agama yang berbeda dari mereka. (aminef.com)

4. Angkie Yudistia - Pendiri Thisable Enterprise.

Wanita yang lahir 32 tahun lalu ini dikenal sebagai perempuan penyandang disabilitas berpengaruh di Indonesia.

Sejak usia 10 tahun, Angkie kehilangan pendengarannya. Dugaan sementara, hal itu tidak terlepas dari konsumsi obat-obatan antibiotik saat ia mengidap penyakit malaria.

Halaman
1234
Editor: maria anitoda
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved