Berita Pendidikan

Bahas Radikalisme di NTT, Fisip Undana Kupang Gelar Seminar Nasional

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ( Fisip) Universitas Nusa Cendana ( Undana) Kupang menggelar seminar nasional.

Bahas Radikalisme di NTT, Fisip Undana Kupang Gelar Seminar Nasional
Laus Markus Goti
Seminar Nasional Deradikalisasi Paham Radikal dari NTT untuk Indonesia 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ( Fisip) Universitas Nusa Cendana ( Undana) Kupang menggelar seminar nasional bertajuk Deradikalisasi Paham Radikal dari NTT untuk Indonesia di Hotel Sahid Timore Kupang, Kamis (21/11/2019).

Tiga narasumber yang dihadirkan antara lain, Ketua MUI NTT, H. Abdul Makarim, Dosen Universitas Gajah Madha, Abdul Gaffar Karim, dan Kasubdit IV Dit Intelkam Polda NTT, Kombespol I Ketut Swijaya.

Ketua MUI NTT, H. Abdul Makarim, pada kesempatan itu menyampaikan, radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme.

Dipecat Karena Terlibat Narkoba, Ini Daftar Kekayaan AKBP Benny Alamsyah, Mantan Kapolsek

"Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang secara drastis lewat kekerasan dan aksi yang ekstrim," katanya.

Menurutnya, banyak ciri yang bisa dikenali sebagai sikap dan paham radikal, di antaranya intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner dengan cenderung menggunakan cara kekerasan untuk mencapai tujuan.

Erick Thohir Resmi Tunjuk Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina,Chandra Hamzah Komisaris Utama BTN

Ia mengatakan, faktor lain yang memotivasi seseorang bergabung dalam terorisme atau terpapar radikalisme, yakni faktor domestik, dimana kondisi kemiskinan yang melanda negeri dan merasa kecewa dengan pemerintah.

Selanjutnya, kata Makarim, faktor internasional yakni pengaruh lingkungan luar negeri yang memberikan daya dorong tumbuhnya sentimen keagamaan seperti ketidakadilan global.

Dan, katanya, faktor kultural yakni pemahaman keagamaan yang dangkal dan menafsirkan kitab suci yang sempit dan leksikal.

Ia menegaskan, semua mahasiswa di NTT tidak boleh memberi kesempatan kepada kelompok radikalisme untuk berkembang di NTT.

Krisdayanti Bahas Perceraian Saat Diburu Pertanyaan Jika Raul Nikah Lagi, Sampai Singgung Setan

Dosen UGM, Abdul Gaffar Karim, kepada Pos Kupang, di sela seminar tersebut, mengatakan untuk memerangi radikalisme, butuh peran semua elemen baik akademisi, orang tua dan mahasiswa.

Secara khusus ia menekankan peran kampus karena radikalisme yang kerab masuk di universitas dan sulit terdektisi oleh pendidik dan juga orang terdekat sendiri maupun orang tua.

"Untuk memberantas atau memerangi radikalisme yang terjadi di suatu instansi (Universitas), memerlukan kerjasama yang dibangun baik dari orang tua, kerabat, para dosen dan juga peran aktif dari masyarakat sehingga paham-paham radikalisme itu dibendung atau pun bisa diatasi secara dini di lingkup kampus," katanya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved