Sosialisasi Perusahaan Mutiara di Baobolak Lembata Temui Jalan Buntu

kontribusi setiap tahun bagi desa senilai Rp18 juta, dan beasiswa sekolah bagi anak yang orangtuanya tidak mampu.

Sosialisasi Perusahaan Mutiara di Baobolak Lembata Temui Jalan Buntu
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Sosialisasi Perusahaan Mutiara PT Cendana Indopearls di Desa Baobolak Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata, Rabu (20/11/2019) 

Sosialisasi Perusahaan Mutiara di Baobolak Lembata Temui Jalan Buntu

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Sosialisasi Perusahaan Mutiara PT Cendana Indopearls di Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata masih menemui jalan buntu.

Sosialisasi yang dilangsungkan di Aula Kantor Desa Baobolak itu belum menemukan titik terang.

Pasalnya, setelah Humas PT Cendana Indopearls Haris Foeh memaparkan dampak positif dan keuntungan budidaya mutiara bagi masyarakat Desa Baobolak, masih ada masyarakat yang menolak kehadiran perusahaan asing tersebut.

Beberapa alasan penolakan mereka ungkapkan. Salah satunya adalah soal kawasan pesisir Desa Baobolak yang sudah ditetapkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata sebagai wilayah budidaya rumput laut sejak tahun 2006. Budidaya rumput laut di sana juga didukung penuh Pemprov NTT.

"Masyarakat tolak karena masyarakat sedang laksanakan program dinas perikanan yaitu budidaya rumput laut, sudah dijelaskan tadi tapi pesisir ini sempit sekali. Daerah pesisir tidak begitu luas. Masyarakat harap pesisir ini pakai rumput laut program dari dinas perikanan dari tahun 2006," kata warga Baobolak Emanuel Labi, saat sesi diskusi dalam sosialisasi yang dilangsungkan, Rabu (20/11/2019)

Walaupun Haris menjelaskan kalau kehadiran perusahaan rumput laut sama sekali tidak mengganggu budidaya rumput laut, Emanuel tetap menekankan kalau masyarakat tidak menghendaki perusahaan itu melakukan aktivitas di wilayah perairan Babokerong.

Berdasarkan pengalamannya, penghasilan dari rumput laut juga lumayan baik.

"Masyarakat tolak karena mereka masih jalankan program dinas perikanan. Program kami banyak di sini, di laut untuk kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan ini kami sampaikan kalau kami tolak kehadiran perusahaan di desa kami.

"Petrus Perang, Tokoh Masyarakat Baobolak juga menolak secara tegas kehadiran PT Cendana Indopearls. Alasannya, budidiaya mutiara ini dapat menghambat akses nelayan melaut karena kawasan laut sudah dikapling-kapling untuk kepentingan mutiara. Selain itu, Petrus mengatakan masyarakat masih hidup dari rumput laut.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved