Dukung Upaya Peningkatan Rasio Elektrifikasi NTT, PLN Gandeng Indonesia Power

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam upaya melistriki seluruh wilayah NTT, bersinergi dengan PT Indonesia Power (anak pe

Dukung Upaya Peningkatan Rasio Elektrifikasi NTT, PLN Gandeng Indonesia Power
istimewa
JOINT PLANNING -- PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam upaya melistriki seluruh wilayah NTT, bersinergi dengan PT Indonesia Power (anak perusahaan PLN) melakukan Joint Planning Session di Denpasar Bali, sejak (19-20/112019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | DENPASAR -- PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam upaya melistriki seluruh wilayah NTT, bersinergi dengan PT Indonesia Power (anak perusahaan PLN) melakukan Joint Planning Session di Denpasar Bali, sejak (19-20/112019).

General Manager PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko, dalam acara yang bertajuk Joint Planning Session Peningkatan Keandalan Pembangkit, melalui Manager Komunikasi PLN UIW NTT, Nikolaus Soelistyoadi, kepada POS-KUPANG.COM, menyampaikan PLN UIW NTT mempercayakan pengelolaan operation and maintenance pembangkit-pembangkitnya, khususnya pembangkit energi baru terbarukan (EBT) kepada Indonesia Power bukan tanpa alasan, karena Indonesia Power yang merupakan bagian dari PLN group ini perusahaan pengelola pembangkit listrik terbesar di Indonesia, memiliki keahlian dan pengalaman, serta mempunyai sumber daya manusia yang expert di bidang pembangkit listrik, baik itu pembangkit berbahan bakar fosil maupun energi baru terbarukan (EBT).

Kedepannya, kata Ignatius, kerjasama ini akan terus digaungkan mengingat Flores Icon Geothermal Island seperti di PLTP Ulumbu dan PLTP Mataloko. Tidak hanya itu, awalnya Biomasa di Kawasan Indonesia Timur yang belum ada dan melalui JPS ini seperti di PLTBm Bondohula akan dioperasikan kembali, melihat peralatan pembangkit masih dalam keadaan baik dan ini bagus Indonesia Power dan PLN dalam mengembangkan Pembangkit EBT karena NTT masih butuh pembangkit untuk memasok listrik.

"Jadi saya mengajak Indonesia Power untuk kerjasama bagaimana kita bisa menekuni dan menciptakan bahan baku biomasa yang berkelanjutan, sehingga pembangkit bisa baik dan lancar," tuturnya.

Berdasarkan data yang diterima, Indonesia Power sudah berhasil mengelola pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan di Indonesia sebesar 1.457 MW dan penguatan lini energi terbarukan. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang telah menetapkan porsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% dalam bauran energi primer di tahun 2025.

Sinergi dengan Indonesia Power yang menjalankan usaha bisnisnya di bidang Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Listrik terus mengepakkan sayapnya dan komitmennya untuk mendukung rasio elektrifikasi nasional, terutama untuk Indonesia bagian timur. Setelah menjalin kerjasama dengan PT PAL Indonesia terkait pembangunan Barge Mounted Power Plant (BMPP) yang nantinya akan di tempatkan di Kolaka, Sulawesi Tenggara dan di Sambelua, Nusa Tenggara Barat, kini Indonesia Power meningkatkan jalinan kerja sama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam bidang Operation and Maintenance Pembangkit Tenaga Listrik di lingkungan PT PLN (Persero) UIW NTT.

Sementara itu, Direktur Operasi 1 PT Indonesia Power, M Hanafi Nur Rifa'i yang diwakili oleh EVP of Research, Innovation and Engineering Herry Nugraha dalam sambutannya menyampaikan dukungannya kepada PLN menuju 100 persen rasio elektrifikasi nasional pada tahun 2020.

Ia menyampaikan terima kasih kepada PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) yang telah mempercayakan Operation and Maintenance pembangkit-pembangkit di lingkungan PLN UIW NTT ini kepada PT Indonesia Power, yang memang menjadi kompetensi inti PT Indonesia Power.

"Kami akan terus berkomitmen untuk mengembangkan dan mendorong perbaikan teknologi, proses bisnis serta SDM dan para expert yang kami miliki, khususnya untuk mendukung kerjasama dengan PLN NTT yang telah terjalin ini serta untuk kelistrikan di Indonesia pada umumnya. Dan kerjasama ini merupakan salah satu upaya PT Indonesia Power sebagai anak perusahaan PLN untuk terus mendukung PLN dalam mencapai 100 persen rasio elektrifikasi nasional di tahun 2020," tuturnya.

Agenda JPS diisi dengan Focus Group Discussion PLTP Ulumbu, PLTP Mataloko dan PLTBm Bondohula mengenai peningkatan keandalan pembangkit.

Dipenghujung acara dilakukan penandatanganan MoU Joint Planning Session Peningkatan Keandalan Pembangkit tentang Kerjasama Pengoperasian dan Pemeliharaan Pembangkit Tenaga Listrik di Lingkungan Kerja PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur.(*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved