Capaian Realisasi Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Tahun 2019 Mengalami Penurunan

-Dalam acara Penyerahan DIPA dan Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 di Aula Fernandez-Gedung Sasando Kantor Gube

Laporan Reporter POS-KUPANG.COMFransiska Mariana

POS-KUPANG.COM-KUPANG-Dalam acara Penyerahan DIPA dan Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 di Aula Fernandez-Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Selasa (19/11/2019), Lydia Kurniawati Christyana memaparkan hasil evaluasi sebelum berakhirnya tahun anggaran 2019.

Menurutnya, ada pola yang membaik namun belum eksponensial atau revolusioner. Akselerasi lonjakan penyerapan masih di triwulan akhir tahun berjalan. Kondisi tersebut tentu saja belum dapat memberikan kontribusi optimal belanja pemerintah bagi stimulus perekonomian di Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan data per hari ini, penyerapan anggaran menunjukkan angka di 73,34%. Maka, beberapa hari kedepan harus diselesaikan sekitar 27%. "Penyerapan anggaran ini jauh lebih tinggi dibanding dengan tingkat nasional yang dilaporkan oleh menteri dalam siaran pers tadi malam yang menyentuh angka 73,1%."

Lydia mengingatkan kembali terkait dengan sisa waktu yang tinggal beberapa hari menutup pelaksanaan anggaran tahun 2019. Ia berharap, seluruh satuan kerja vertikal dan pemerintah daerah dalam penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa dapat segera menyelesaikan seluruh persyaratan jalur dan mengajukan kepada Kantor Pelayanan sesuai dengan batas waktunya.

Realisasi APBD NTT 2019 Baru 57 Persen, Ini Pemicunya

Sebagai evaluasi dan penyempurnaan di tahun 2020, lanjutnya, capaian realisasi penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Tahun 2019 secara keseluruhan diproyeksikan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018. Hal tersebut dengan memperhatikan pekerjaan yang dilaksanakan atau yang dikontrakkan sebesar 93% dari total alokasi DAK Fisik Tahun 2019 menurun dibandingkan dengan 2018 yang pekerjaan dikontrakkan mencapai 95%.

Penurunan persentase disebabkan oleh beberapa hal antara lain terdapatnya kondisi gagal lelang, terlambatnya lelang, kegiatan tidak jadi dilaksanakan karena proses perizinan AMDAL, kegiatan tidak sesuai dengan dokumen pada DPA, dan lokasi pekerjaan tidak sesuai dengan tata ruang wilayah.

BREAKING NEWS: Kardus Jehatu Tewas Tertimbun Pasir di Penambangan Pasir Wae Maras, Manggarai

Sementara itu, untuk realisasi penyaluran dana desa pada tahun 2019 diproyeksikan sampai dengan akhir tahun mencapai 99,5%, sedangkan tahun 2018 mencapai 99,9%. Hal ini disebabkan terdapatnya dana desa yang masih belum digunakan dan masih berada di rekening kas umum daerah. "Untuk itu mewakili Kementerian Keuangan kami mengharapkan bahwa tahun 2020 kiranya kita semua dapat mempersiapkan dengan lebih dini, lebih matang memulai perencanaan, menyelesaikan penyusunan APBD tepat waktu, melaksanakan tepat waktu, dan melakukan evaluasi serta monitoring, sejalan dengan apa yang disampaikan hari ini dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian Nusa Tenggara Timur."

Sidang Korupsi NTT Fair, Pengacara Sebut Ada Konspirasi Cairkan Garansi di Bank NTT

Lidya menambahkan, untuk dana desa diharapkan penyusunan APBD dan Peraturan Kepala Daerah mengenai tata cara pembagian dan rincian dana desa segera ditetapkan sehingga penyaluran dapat dilakukan di bulan Januari 2020 dan dilaksanakan di tingkat desa. "Semoga pelaksanaan anggaran di tahun 2020 dapat berjalan lebih baik, memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat provinsi Nusa Tenggara Timur," harap Lidya mengakhiri laporannya.

Dalam acara Penyerahan DIPA dan Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 tersebut diberikan juga 3 kategori penghargaan, yakni Satker Pengguna Kartu Kredit Pemerintah Teraktif, Desa Dengan Tax Collection Rasio Tertinggi, dan Penghargaan Atas Komitmen Peningkatan Kualitas LKPD Melalui FGD.

Satker Pengguna Kartu Kredit Pemerintah Teraktif diberikan kepada Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) NTT sebanyak 23 kali, Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan sebanyak 20 kali, dan TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur sebanyak 15 kali.

Penghargaan Desa Dengan Tax Collection Rasio Tertinggi diberikan kepada Desa Oenenu Utara, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara; Desa Ternate Selatan, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor; dan Desa Biudukfoho, Kecamatan Rainhat, Kabupaten Malaka.

Penghargaan Atas Komitmen Peningkatan Kualitas LKPD Melalui FGD diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Alor, Pemerintah Kabupaten Ende, dan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua. (cr1)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved