Penjaga Rumah Tewas di Noelbaki

Polisi Belum Ungkap Penyebab Kematian Ama Lukas di Naibonat

kematian korban dibunuh atau penyebab lain. Pasalnya, saat kejadian tidak ada satupun saksi yang melihat kejadian tersebut.

Polisi Belum Ungkap Penyebab Kematian Ama Lukas di Naibonat
POS KUPANG/EDY HAYONG
Rumah yang dijaga Korban Ama Lukas dipasang garis polisi dan beberapa polisi tengah melakukan olah TKP, Senin (17/11/2019) 

Polisi Belum Ungkap Penyebab Kematian Ama Lukas di Naibonat

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Jajaran Satuan Reskrim Polres Kupang masih terus mengembangkan penyelidikan terkait kematian, Ama Lukas,  penjaga rumah milik Edison Mangi di RT 11/RW 05, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur mendadak ramai, Senin (17/11/2019).

Belum dapat dipastikan apakah karena kematian korban dibunuh atau penyebab lain. Pasalnya, saat kejadian tidak ada satupun saksi yang melihat kejadian tersebut.

"Masih tahap lidik. Masih gelap (penyebab kematian, RED) karena satupun saksi tidak ada jadi kami masih urut pelan-pelan," ujar Kasat Reskrim Polres Kupang, IPTU Simson Amalo, S.H, ketika dikonfirmasi POS KUPANG.COM, Selasa (19/11/2019).

Sebelumnya, Kapolsek Kupang Timur, Ipda. Fery Nur Alamsyah. SH, ketika dihubungi POS KUPANG.COM, Senin (17/11/2019) mengatakan, proses penyelidikan oleh tim Polres Kupang dan Polsek Kupang Timur masih terus dilakukan.

Belum dipastikan apakah korban meninggal diduga dibunuh atau sebab lain. Tetapi polisi menemukan ada luka di wajah dan ada tusukan di perut korban. Setelah penemuan mayat korban, polisi kemudian mengevakuasi  korban ke RS Bhayangkara Kupang.

Seperti diketahui, Rumah milik Edison Mangi di RT 11/RW 05, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur mendadak ramai, Senin (17/11/2019).

Selain warga, juga aparat Kepolisian mendatangi rumah yang berada di pinggir Jalan Timor Raya ini. Kehadiran warga karena ada kejadian penemuan mayat penjaga rumah atas nama, Ama Lukas.

Korban, Ama Lukas ditemukan tewas di dapur rumah tersebut dan belum diketahui penyebab kematian korban.

Fredik Elias Mangi, anak kandung pemilik rumah Edison Mangi, ketika ditemui di lokasi kejadian menuturkan, selama ini Ama Lukas diminta ayah kandungnya menjaga rumah. Mereka semua selama ini berada di Kupang. Tetapi setiap hari, kata Fredik, dirinya selalu singgah melihat rumah dan bertemu korban.

"Saya kalau ke Oelamasi, selalu singgah lihat rumah sekaligus tanya keadaan Ama Lukas. Tadi pagi sekitar Pukul 07.26 Wita sebelum ke kantor bupati, saya dengan istri singgah. Saya masih dalam mobil, istri saya yang turun lihat rumah. Waktu masuk, ada lihat darah di ruang makan dan lihat di dapur Ama Lukas meninggal," jelasnya.

Ternak Berkeliaran Bebas di Kota Parwisata Labuan Bajo Manggarai Barat Ini Kata Wisatawan

Innalillahi! Kabar Duka dari Ustadz Yusuf Mansur, Kiai Kharismatik Betawi yng Dihormatinya Ini Wafat

Istrinya, lanjut Fredrik, kemudian keluar memberitahukam kepadanya dan dirinya bersama tetangga untuk meminta bantuan menelepon polisi dan polisi langsung datang memasang garis polisi.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved