Ketua Tim Penggerak PKK Sumba Barat Raih Penghargaan Dari Kantor Staf Presiden

Apakah yang harus kita lakukan untuk anak-anak ini agar hidupnya jauh lebih baik dari kita? Wajah Sumba ditentukan dari wajah anak-anak saat ini

Ketua Tim Penggerak PKK Sumba Barat Raih Penghargaan Dari Kantor Staf Presiden
Istimewa/Humas Setda Sumba Barat
Bunda Metty Monteiro menerima penghargaan dari Kantor Staf Presiden Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Ketua TP PKK Sumba Barat Raih Penghargaan Dari Kantor Staf Presiden

POS-KUPANG.COM|JAKARTA -- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Barat, Dra. Metty H. W. Monteiro yang juga sebagai Bunda Kabupaten Sumba Barat merasa terpanggil memberikan layanan terbaik kepada masyarakat melalui Taman Pawodda atau Gugus Tugas dalam penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (Paud HI), dengan 4 pelayanan dasar yang meliputi kesehatan, pengasuhan, pendidikan dan perlindungan.

Terkhususnya layanan kesehatan, isu stunting terus digaungkan.

Dalam siaran pers yang dikirim Humas dan Protokol Pemkab Sumba Barat dan diterima Pos Kupang.Com, Senin (18/11/2019), disebutkan Anak Sumba Sehat, Cerdas, Terlindungi dan Berkualitas adalah harapan yang selalu dihayati oleh Bunda Metty.

"Apakah yang harus kita lakukan untuk anak-anak ini agar hidupnya jauh lebih baik dari kita? Wajah Sumba ditentukan dari wajah anak-anak saat ini," kalimat ini selalu dilontarkan Bunda Metty saat berkunjung ke lapangan maupun dalam pertemuan lintas sektor.

Didukung oleh Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole sebagai suami, membuat Bunda Metty semakin bersemangat melakukan yang terbaik bagi anak-anak Sumba.

Dan, perjuangan tersebut pada akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Pada Sabtu 15 November 2019, Bunda Metty mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Masyarakat Pegiat Pencegahan Stunting tahun 2019 dari Kepala Kantor Staf Presiden bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat.

Bunda Metty merupakan salah satu dari 10 tokoh masyarakat di Indonesia yang terpilih sebagai pegiat pencegahan stunting tahun 2019. Dan, 9 tokoh masyarakat lainnya berasal dari unsur LSM/NGO dan Yayasan serta Duta Genre 2018 - 2019.

Kedeputian III KSP, dr. Bryan mengatakan tidak mudah memilih dan menyeleksi 10 tokoh masyarakat pegiat pencegahan stunting dari sekian banyak tokoh masyarakat yang telah berperan aktif dalam pencegahan stunting di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved