Dikelola Pemda Fasilitas Pelabuhan Lembata Sangat Buruk, Sebaiknya Diserahkan Kepada Syahbandar

Fasilitas pelabuhan di ibu kota Kabupaten Flores Timur itu menurutnya jauh lebih baik dari yang ada di Lewoleba.

Dikelola Pemda Fasilitas Pelabuhan Lembata Sangat Buruk, Sebaiknya Diserahkan Kepada Syahbandar
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Fasilitas Pelabuhan Laut Lewoleba yang rusak belum juga diperbaiki oleh Pemda Lembata. Gambar diabadikan Senin (18/19/2019). 

Dikelola Pemda Fasilitas Pelabuhan Lembata Sangat Buruk, Sebaiknya Diserahkan Kepada Syahbandar

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Pemerintah Kabupaten Lembata diminta untuk menyerahkan pengelolaan pelabuhan laut Lewoleba kepada pihak Syahbandar Lewoleba.

Masalahnya, di bawah pengelolaan Pemda Lembata, kondisi fasilitas pelabuhan laut ini sangat buruk dan memprihatinkan.

Pada 9 Agustus 2019 lalu Pelabuhan Laut Lewoleba telah mengalami peningkatan kelas dari wilayah kerja atau bagian dari Kantor Unit Pengelola Pelabuhan (KUPP) Larantuka menjadi KUPP Kelas III Lewoleba.

“Pelabuhan ini sebaiknya diserahkan kepada otoritas, dalam hal ini syahbandar agar kita bisa mendapatkan kucuran dana APBN untuk pembangunan atau rehab area dermaga, baik itu tambat maupun lapangan penumpukan,” kata Vigis Koban, Nahkoda KM Lembata Karya Ekspres, Minggu (17/11/2019).

Pantauan Pos Kupang, kondisi tambat kapal penumpang di pelabuhan ini sudah tidak layak dan sangat memprihatinkan. Sebagian lantai pelabuhan yang terbuat dari papan kayu juga sudah copot.

Vigis menerangkan frekuensi kunjungan kapal sangat tinggi justru tidak diimbangi dengan fasilitas pelabuhan yang ada saat ini.

“Saat kunjungan kapal baik itu kapal barang maupun kapal pelra sering terjadi antrian. Ini membuat pemilik kapal yang mau masuk ke daerah sini menjadi enggan karena lama. Apalagi dengan frekuensi kunjungan kapal Pelni yang begitu tinggi maka itu juga menjadi soal,” terang Vigis.

Pelabuhan Laut Lewoleba lanjut Vigis menjadi teras ekonomi Kabupaten Lembata. Oleh karena itu, pemda diminta juga untuk mempertimbangkan dan tidak mengabaikan sektor ekonomi.

“Karena kapal-kapal kargo atau kapal-kapal kontainer juga tidak mau lama-lama di sini,” tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved