Gubernur NTT Datangi Amarasi Timur, Ini Pesan utamanya Buat Pemkab Kupang

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak jajaran Pemkab Kupang mulai dari bupati sampai ke tingkat desa/kelurahan, harus membag

Gubernur NTT Datangi Amarasi Timur, Ini Pesan utamanya Buat Pemkab Kupang
foto : Dok Biro Humas Setda NTT
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika memberikan arahan di Jemaat Gereja Ebenhaeser, Enoraen, Amarasi Timur, Sabtu (16/11/2019) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI---Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengajak jajaran Pemkab Kupang mulai dari bupati sampai ke tingkat desa/kelurahan, harus membagi tugas dan peran dalam mengurus masyarakat.

Dalam mengurus masyarakat sesuai tagline NTT Bangkit NTT Sejahtera, berbagi tugas dan peran itu sangat penting.

"Mari kita bagi tugas. Gubernur urus perbaiki jalan dan bendung air, sehingga tidak ada air yang ke laut. Pak Bupati urus kerahkan semua alat berat untuk mengolah lahan-lahan milik masyarakat, sehingga bisa ditanami sayuran dan buah-buahan. Bila perlu segala bibit, pak Bupati siapkan untuk bagi ke masyarakat," tandas Gubernur VBL saat bertatap muka dengan jemaat di Gereja Ebenhaeser Enoraen Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang, Sabtu  (16/11/2019) siang.

Gubernur NTT Minta Pemkab Kupang Siapkan Narasi yang Baik Soal Sejarah Budaya, Simak YUK

Lalu apa tugas Camat dan Kepala Desa ? Gubernur VBL mengatakan, tugas Camat dan Kades adalah menyelenggarakan festival tarian adat dan lomba fashion show tenun ikat asal NTT khususnya dari Amarasi.

"Bapak Camat dan Bapa Kades..buat sudah...setiap Jumat dan Sabtu, gelar festival dan fashion show. Nanti saya datangkan pelatihnya. Kalau festival dan fashion show ini diselenggarakan dengan teratur maka kita nanti akan memiliki kalender event pariwisata," jelas Gubernur NTT sebagaimana dilansir dalam Siaran Pers Biro Humas Setda NTT.

Di tempat terpisah saat meninjau Pulau Menipo, Gubernur VBL yang saat itu didampingi Kepala BKSDA Provinsi NTT mengatakan, ke depan pihaknya akan membangun pariwisata di daerah ini berkelas premium. Karena itu, kata Gubernur, infrastruktur disiapkan dengan baik; mind set atau cara berpikir masyarakat harus diubah agar pariwisata kita berbasis masyarakat.

"Kalau kita ke Skotlandia, di sana tidak ada hotel bintang empat atau bintang lima. Tapi wisatawan dapat menginap di rumah-rumah warga yang fasilitasnya setara dengan hotel berbintang. Itulah yang disebut dengan community based tourism = pariwisata berbasis masyarakat," ungkap Gubernur, bersemangat.(*)

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved