600 Hektar Lahan Garam Nunkurus Berhasil, 2020 Jokowi Bakal Panen Perdana

Sebanyak 600 hektar Lahan Garam Nunkurus Berhasil, 2020 Jokowi bakal panen perdana

600 Hektar Lahan Garam Nunkurus Berhasil,  2020 Jokowi Bakal Panen Perdana
POS-KUPANG.COM/EDI HAYONG
Waket DPR RI bersama Gubernur NTT ketika berada di lahan garam Nunkurus, Jumat (15/11/2019) 

Sebanyak 600 hektar Lahan Garam Nunkurus Berhasil, 2020 Jokowi bakal panen perdana

POS KUPANG.COM I OELAMASI- Perusahaan Timor Livestock Lestari pimpinan Danil Cherlin di Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur saat ini tengah mengembangkan lahan tambak garam seluas 600 hektar.

Apabila lahan garapan ini berhasil dikelola secara baik maka tahun 2020 Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan datang melakukan panen perdana.

Ingat Kasus Kakek Cabuli Bocah Dibawah Umur di Oebobo Kota Kupang? Ini Nasibnya di Kepolisian

Danil Cherlin menyampaikan ini di sela-sela menerima kunjungan Wakil Ketua (Waket) DPR RI, Rachmad Gobel bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Nunkurus, Jumat (15/11/2019).

Danil mengatakan, saat ini lahan yang tersedia untuk diolah seluas 600 hektar dan kini tengah dilakukan konstruksi. Saat ini sudah hampir rampung dan ditargetkan tahun 2020 lahan yang ada sudah bisa berproduksi.

"Kita masih konstruksi dengan luas lahan mencapai 600 hektar. Memang sudah sebagian kita sudah panen garam yang ada di atas areal 20 hektar. Tapi kita mau rencanakan panen perdana tahun 2020 yang nanti akan dipanen langsung Presiden Jokowi," jelasnya.

Sidang Korupsi NTT Fair, Mantan Gubernur Frans Lebu Raya Kembali Bantah Yuli Afra

Sementara Wakil Ketua DPR RI, Rachmad Gobel mengatakan, kehadiran dirinya secara langsung untuk melihat dan mendengar langsung pihak yang mengolah lahan. Apalagi Presiden Jokowi pernah meninjau langsung lahan garapan yang sekarang ada.

Dirinya mengakui bahwa kebutuhan garam di dalam negeri masih harus diimpor dari luar negeri. Padahal lahan di negara sendiri cukup memadai untuk diproduksi bagi kebutuhan dalam negeri.

"Saya sudah lihat sendiri ternyata lahan yang ada sangat potensial untuk produksi sendiri. Sebagai wakil rakyat di Parlemen setelah kembali akan melakukan pertemuan dengan Komisi IV, V dan VII guna membicarakan bagaimana memproduksi garam di NTT," katanya.

Menurut Gobel, dengan pengolahan garam yang ada secara tidak langsung menepis penilaian orang bahwa NTT ini gersang, kering. Tapi dengan adanya garam ini justru memberikan nilai positif bagi daerah ini. Pasalnya, garam bisa diolah lebih lanjut untuk kosmetik, dll kebutuhan.

Gubernur Viktor menambahkan, kehadiran Waket DPR RI ini sangat memberikan nilai positif agar apa yang tengah dilakukan bisa memberikan efek positif bagi kebutuhan garam nasional.

Menurutnya, dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, sudah berjanji akan datang lagi tahun 2020 memanen perdana produksi garam yang ada.

"Saya juga harapkan agar Wakil Ketua bisa berkomunikasi dengan kementerian terkait agar memberikan dukungan pada perusahaan yang punya lahan dan sudah berproduksi. Jangan perusahaan yang mengaku ada lahan tapi tidak berproduksi," ujar Viktor.

Disaksikan POS KUPANG.COM, Jumat (15/11/2019), kehadiran Waket DPR RI bersama Gubernur NTT dan sejumlah pimpinan OPD Provinsi diterima Sekda Kabupaten Kupang, Ir. Obet Laha, Asisten II Sekda Kupang juga beberapa kepala dinas Kabupaten Kupang, jajaran Polres Kupang, Direktur Perusahaan Timor Livestock Lestari, Danil Cherlin.

Ketika tiba di lokasi, Wakil Ketua DPR RI, Rachmad Gobel dan Gubernur NTT langsung melihat petak garam yang ada. Sesekali Rachmad Gobel menanyakan soal produksi garam selama ini dan berapa ton telah diangkut keluar dari NTT dan dijelaskan Danil Cherlin. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved