Sidang Kasus NTT Fair: Delapan Kali Saksi Mengambil Uang Dari Terdakwa Ferry Pandie

Sidang Kasus Korupsi NTT Fair: Delapan Kali Saksi Mengambil Uang Dari Terdakwa Ferry Pandie

Sidang Kasus NTT Fair: Delapan Kali Saksi Mengambil Uang Dari Terdakwa Ferry Pandie
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Tiga saksi mengambil sumpah dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Ferry Jons Pandie di Pengadilan Tipikor Kupang pada Kamis (14/11/2019) 

Sidang Kasus Korupsi NTT Fair: Delapan Kali Saksi Mengambil Uang Dari Terdakwa Ferry Pandie

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Atas perintah Kepala Dinas PRKP NTT, Boby Lanoe (42) bertemu dengan Ferry Jons Pandie sebanyak delapan kali di kantornya. Pertemuan itu dilaksanakan dalam rangka mengambil uang dari Ferry untuk Yuli Afra. 

Demikian pengakuan Thobias Andrianus Frans Lanoe alias Boby Lanoe (42), staf Yuli Afra di Dinas PRKP NTT saat memberi kesaksian dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Ferry Jons Pandie di Pengadilan Tipikor Kupang pada Kamis (14/11/2019) sore. 

Sosok Lusia Korban Tewas Disambar Petir di Manggarai di Mata Keluarga: Pendiam dan Suka Membantu

Bobby mengakui, pertemuan pertama dengan Ferry yang merupakan konsultan pengawas pada Proyek NTT Fair itu terjadi sekitar bulan Mei 2018. Saat itu, berdasarkan perintah Yuli, saksi Bobby mengambil uang sebesar Rp 75 juta dari Ferry Pandie. Uang tersebut, katanya, merupakan uang pinjaman dari Ferry untuk keperluan kegiatan groundbreaking area pada proyek NTT Fair di Bimoku Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kupang. 

Selanjutnya, juga atas perintah Yuli, Bobby mengambil uang pada Ferry Pandie sebanyak tiga kali pada rentang waktu Mei hingga Juni. Namun demikian, Bobby mengaku tidak mengetahui persis jumlah uang tersebut. 

Cerita Bonefasius Suami Lusia Luju: Sebelum Tewas Disambar Petir Istri Saya Mimpi Nyanyi di Panggung

Pada pengambilan keempat sekitar bulan Juni, Bobby langsung membawa uang sebesar Rp 125 juta dari Ferry Pandie kepada ajudan Sekda NTT, Yohanes ND Ngabatanggupati (34) atas perintah Yuli. Namun, uang tersebut dibawa kembali sebesar Rp 25 juta kepada Yuli di kantor. 

"Secara fakta 7 atau 8 kali saya ambil uang dari terdakwa (Ferry Jons Pandie), pertama Rp 75 juta, dan yang saya ingat lagi Rp 125 juta yang antar langsung ke ajudan pak Sekda. Tetapi uang itu, Rp 25 juta disuruh oleh ibu kadis untuk ambil kembali," akunya. 

Lebih lanjut ia mengaku, dari delapan kali mengambil uang dari Ferry Pandie, sekali ia antarkan kepada Yohanes dan dua kali diantarkannya kepada ajudan mantan Gubernur NTT, Aprianus Arianto Rondak (28) di kantor Gubernur NTT.

Bobby mengaku tahu jumlah uang yang diantarkan kepada ajudan Sekda Ir Ben Polo Maing karena diberitahu oleh Yuli Afra. Sedangkan dua lainnya yang ia serahkan kepada Arianto Rondak tidak dapat ia pastikan karena terdapat dalam tas dan amplop.

Bobby juga mengatakan berdasarkan informasi dari Yuli Afra, ia mengetahui status Ferry adalah pengawas dalam proyek NTT Fair. Ia menjelaskan, Fery memang melakukan pertemuan dengan Yuli Afra tetapi dengan intensitas yang tidak terlalu sering.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved