Polres Manggarai Ungkap Kasus Perekrutan 35 Tenaga Kerja Tanpa Dokumen

parat Polres Manggarai berhasil mengungkap jaringan perekrutan tenaga kerja antar daerah (AKAD) tanpa dilengkapi dokumen yang sah saat d

Polres Manggarai Ungkap Kasus Perekrutan 35 Tenaga Kerja Tanpa Dokumen
PK/RIS
WAKAPOLRES MANGGARAI, THOBI TAMONOB 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Aparat Polres Manggarai berhasil mengungkap jaringan perekrutan tenaga kerja antar daerah (AKAD) tanpa dilengkapi dokumen yang sah saat dalam perjalanan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) menggunakan bus dan travel.

Para tenaga kerja yang diamankan berjumlah 35 orang ini diamankan di Mena, Kota Ruteng, Rabu (13/11/2019) pagi.

Usai diamankan para tenaga kerja yang berasal Manggarai Timur dan Manggarai ini dibawa ke Polres Manggarai guna diperiksa.

Atas pemeriksaan itu, polisi telah menetapkan satu tersangka.

Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Wakapolres Manggarai, Kompol Thobi Tamonob kepada wartawan di Mapolres Manggarai, Jumat (14/11/2019) pagi menegaskan, penyidik telah menangani kasus tersebut dan menetapkan satu tersangka.

"Para tenaga kerja ini mau ke Kalimantan dan bekerja di perusahaan kelapa sawit. Mereka berangkat tanpa dokumen jelas sesuai informasi yang masuk kepolisian," kata Thobi yang didampingi KBO Reskrim, Ipda Toni Ndapa dan staf Humas Polres Manggarai, Bripka Teddy Wawo.

Ia menjelaskan, pada Rabu tanggal 14 Nopember 2019 sekitar jam 10.00 wita unit Jatanras Polres Manggarai berhasil mengamankan satu orang pelaku perekrutan tenaga kerja ( AKAD ) tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah bersama 35 ( tiga puluh lima) orang tenaga kerja (AKAD) .

"Para tenaga kerja di rekrut dari Kabupaten Manggarai Timur dan kabupaten Manggarai tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah dan diangkut dengan menggunakan 2 (dua) unit mobil bus engkel warna ungu biru dan 1 (satu) unit mobil travel jenis APV warna silver .

Para tenaga kerja tersebut direkrut dan akan dibawa ke Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah,
dan para calon tenaga kerja akan dipekerjan pada PT.Sumber Sawit Abadi," kata Thobi.

Ia menegaskan, penyidik telah menetapkan satu tersangka dan melakuka tindakan penahanan atas
Fransiskus Mustava, warga Colol, Kecamatan
Pocoranaka Timur dan dua lainnya dalam proses lidik.(ris)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved