DPRD NTT Bahas Pinjaman Dana Rp 900 M di Bank NTT

Gabungan komisi DPRD NTT menggelar rapat tertutup membahas pinjaman daerah ke Bank NTT sebesar Rp 900 miliar (M). Anggaran ini akan dimanfaatkan untuk

DPRD NTT Bahas Pinjaman Dana Rp 900 M di Bank NTT
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Suasana pelantikan DPRD NTT masa bakti 2019 - 2024 di Gedung DPRD NTT di Kupang, Selasa (3/9/2019) pagi. 

Kita sudah tetapkan KUA-PPAS 2020, karena itu harus ada konsultasi pemerintah dan DPRD NTT ke mendagri, sehingga ada rujukan atau ada dasar hukum," jelas Patris.

Dikatakan,perlu diwanti-wanti jangan sampai dana Rp 450 M itu yang belum direncanakan setelah KUA-PPAS disetujui penyesuaiannya kemudian baru direncanakan.

"Rencananya saja belum, bagaimana mau eksekusi. Tentu akan menjadi maslah dan tidak produktif, sementara kita terus membayar bunga pinjaman," katanya.

Politisi PDIP NTT ini mengatakan, sebaiknya ditunda saja hingga 2021 karena saat ini saja perencanaannya belum matang. "Kenapa kurang matang, karena mengapa sudah tahu bahwa kitamau percepatan pembangunan jalan tapi tidak direncanakan.
Ini yang saya ibaratkan sebagai penumpang jalan," ujarnya.

Dikatakan, jangan sampai konsekwensi hukumnya bisa diterima oleh pimpunan dan anggota DPRD NTT akibat menyetujui pinjaman dana tanpa dasar hukum jelas.

"Konsekwensi hukumnya jangan sampai pimpinan dan anggota semua masuk penjara karena menyetujui hal di luar regulasi .

Kalau kami bilang tidak setuju tidak ada perang, karena itu kita sarankan konsultasi ke Mendagri," ujarnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Leonard Lelo mengatakan, rapat tadi sebagai pembahasan bukan untuk mengambil keputusan.

Menurut Leonard, dalam PP 56 Tahun 2018 tetangPinjaman Daerah mengatur tentang pinjaman daerah, bahwa paling lambat pinjaman diajukan dalam KUA- PPAS sekitar bulan Agustus. "Maksudnya pengajuannya terakhir pada Bulan Agustus. Pemerintah sudah minta penyesuaian KUA-PPAS tapi waktu kita tidak memungkinkan lagi dan kita melihat waktu sudah lewat," kata Leonard.(yel)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved