APBD Flotim 2018 Terburuk Sepanjang Sejarah, Ampera Tuntut Kejaksaan Periksa Ketua DPRD dan Sekda

Penyusunan APBD Flotim 2018 Terburuk Sepanjang Sejarah, Ampera Tuntut Kejaksaan Periksa Ketua DPRD dan Sekda

APBD Flotim 2018 Terburuk Sepanjang Sejarah, Ampera Tuntut Kejaksaan Periksa Ketua DPRD dan Sekda
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Massa Aksi Ampera saat melakukan long march demonstrasi ke Kantor Kejaksaan Tinggi NTT pada Kamis (14/11/2019) 

 Penyusunan APBD Flotim 2018 Terburuk Sepanjang Sejarah, Ampera Tuntut Kejaksaan Periksa Ketua DPRD dan Sekda

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Flores Timur (Flotim) Provinsi NTT disebut merupakan terburuk sepanjang sejarah kabupaten di ujung timur Pulau Flores tersebut. Pasalnya, hasil penyusunan anggaran daerah tersebut disinyalir terindikasi praktik korupsi. 

Hal tersebut diungkapkan aktivis Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur-Kupang menyadur pernyataan salah satu anggota DPRD Flores Timur saat menggelar aksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT pada Kamis (14/11/2019) siang. 

Lusia Luju dan Anaknya Yustina Winda Sunur Tewas Disambar Petir Sudah Dimakamkan Keluarga

"APBD 2018 terburuk sepanjang sejarah Kabupaten Flores Timur, ini pengakuan salah seorang anggota Banggar DPRD Flores Timur dalam rekaman audio risalah sidang pembahasan APBD yang kita dapat," tegas Vian Kewohon. 

Koordinator aksi, Yeremias Dere Lasan dalam orasinya pun menuntut Kejati NTT untuk segera meminta pertanggungjawaban Ketua DPRD selaku Ketua Badan Anggaran dan Sekda Flores Timur selaku Ketua TAPD dalam penyusunan APBD 2018 yang diduga sarat masalah tersebut.

Warga Manggarai Tewas Disambar Petir BMKG Berikan Tips Menghindar dari Sambaran Petir

"Segera periksa Ketua Banggar dan TAPD Kabupaten Flores Timur yang terlibat langsung dalam proses penganggaran SPAM IKK Ile Boleng dan kegiatan penjarangan jambu mete pada tahapan penyempurnaan hasil evaluasi RAPBD tahun 2018," ungkap Dere Lasan.

Dalam aksinya kali ini, lebih dari 60-an peserta massa aksi AMPERA  melakukan long march dari titik kumpul depan Jao Cafe Oebobo jalan Frans Seda menuju Kantor Kejati NTT di jalan Adhyaksa 1 Kupang.

Aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi NTT itu dilaksanakan untuk menyampaikan informasi dan dokumen tambahan terkait dugaan korupsi SPAM IKK Ile Boleng dan Penjarangan Jambu Mete di Kabupaten Flores Timur pada Tahun Anggaran 2018.

Selain melakukan orasi terkait dugaan korupsi dalam proses pembahasan APBD Tahun 2018, massa aksi juga membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan "Periksa Ketua DPRD dan Sekda Flotim", "APBD 2018 "TERBURUK SEPANJANG SEJARAH", "Audit total APBD 2018", "SPAM IKK ILE BOLENG PROYEK PIPA BERJALAN" dan "Program MANJA METE  SALAH PERENCANAAN".

Saat berada di Kantor Kejati NTT, massa aksi AMPERA diterima oleh Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim, SH. Perwakilan massa aksi kemudian menyampaikan informasi sekaligus menyerahkan dokumen tambahan berupa dokumen perencanaan dan anggaran serta sebuah flash disk berisi rekaman audio risalah Sidang Pembahasan APBD 2018.

Kepada perwakilan Ampera, pihak Kejati NTT  menjelaskan bahwa laporan yang diberikan Ampera sedang dalam penyelidikan oleh Bagian Pidsus.

"Kejati NTT merespon baik tuntutan Ampera untuk memeriksa Ketua Banggar dan TAPD Flores Timur. Untuk dugaan korupsi SPAM IKK Ile Boleng dan Penjarangan Jambu Mete sedang dalam penyelidikan oleh bagian Pidsus Kejati NTT dan setelah seluruh dokumen dipelajari akan dilakukan pemeriksaan terhadap para pihak," ungkap Dere Lasan mengutip Abdul.

Ampera dalam laporan ke Kejati NTT pada 29 Agustus 2019, mendeskripsikan telaah terhadap dokumen risalah sidang rapat gabungan komisi tahun 2017, hasil evaluasi RAPBD tahun 2018 dan dokumen APBD 2018. Ampera menemukan ada indikasi kuat korupsi dalam penganggaran kegiatan SPAM IKK Ile Boleng dan Kegiatan Penjarangan Jambu Mete pada tahapan penyempurnaan hasil evaluasi RAPBD tahun 2018. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved