Marthen Konay Sebut Bildad Tonak Mencari Sensasi Murahan

"Kalau mau lapor polisi, silahkan saja. Mari kita bongkar semuanya biar kasusnya menjadi terang benderang."

Marthen Konay Sebut Bildad Tonak Mencari Sensasi Murahan
Istimewa
Marthen Konay

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ancaman pengacara Bildad Thonak untuk melaporkan ahli waris Esau Konay, yakni Ferdinand Konay dan Marthen Konay ke polisi ditanggapi santai. Malahan Bildad dipersilahkan untuk segera melaporkan ke Polisi agar kasusnya menjadi terang benderang.

"Kalau mau lapor polisi, silahkan saja. Mari kita bongkar semuanya biar kasusnya menjadi terang benderang," kata Marthen Konay salah satu ahli waris Esau Konay kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Marthen yang akrab disapa MK merasa he

Diduga Memalsukan Dokumen untuk Bukti di PN Kupang, Keluarga Esau Konay Laporka Penggugat Undana

ran dengan ketidaktahuan hukum Bildak Thonak. Menurutnya, seorang pengacara, sejatinya dia memberikan pencerahan hukum dan pendidikan hukum kepada masyarakat termasuk kliennya. Namun, ujarnya, justru sebaliknya mempertontonkan kebodohan hukum kepada publik dan kliennya.

Ahli Waris Victoria Anin Minta Pemprov NTT Uji Petik Dokumen Tanah Konay

"Tulis supaya dia tahu kalau kliennya tidak berhak atas warisan Keluarga Konay karena memang perintah pengadilan. Philipus Kolloh yang adalah ayah Yafet Kolloh (kliennya), empat kali kalah kalah dalam perkara perdata dengan bapak saya (Esau Konay) baik di Pengadilan Negeri Kupang, Pengadilan Tinggi Kupang dan Mahkamah Agung," jelas MK.
Berdasarkan empat putusan ini juga, jelas MK, sudah dilakukan eksekusi oleh PN Kupang atas obyek yang digugat oleh Philipus Kolloh dan Yunus Daniel Samadara. Tapi sekarang tanpa satu dokumen pun menuntut pembagian warisan atas obyek yang sudah dieksekusi adalah sesuatu kelucuan belaka.

"Yang lucunya lagi bawa-bawa putusan 63/tahun 1955 antara Viktoria Anin melawan Bertholomeus Konay dan menuntut pembagian warisan," kata MK sambil tertawa.

Menurut MK, kenapa tidak memakai empat putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap dalam perkara antara Esau Konay melawan Yunus Daniel Samadara dan Philipus Kolloh. Apalagi sudah dilakukan eksekusi berdasarkan ketiga putusan ini oleh PN Kupang.

"Dalam amar putusannya secara jelas menyatakan bahwa Yunus Daniel Samadara dan Philipus Kolloh tidak berhak atas obyek sengketa perkara perdata No 8/1951 Selain itu, amar putusannnya jelas bahwa tanah marga Konay hanya boleh diwariskan kepada orang-orang yang bermarga Suku Konay," beber MK.

Minta Dukungan Leluhur Atasi Persoalan Tanah, Keluarga Konay Gelar Ritual Adat

Dia menunjukkan ke empat putusan perkara perdata yang dimenangkan Esau Konay dan Ir. Dominggus Konay melawan Philipus Kolloh dan Yunus Daniel Samadara, dengan ke 4 putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (INKRACHT) maka Keluarga Kolloh dipandang telah melanggar azas ne bis in idem.

MK kembali menyentil 90 persen dokumen yang diduga palsu adalah dalam perkara Undana yang dipegang oleh Thonak mewakili Keluarga Kolloh. Jadi bukan soal lima dokumen milik Esau Konay yang dipakai tanpa sepengathuan ahli waris yang sudah dihentikan penyidikannya oleh Polda NTT.

"Kita laporkan lagi ke Polda NTT dengan sangkaan pencurian dan menggunakan dokumen tanpa seijin pemiliknya. bagaimana dokumen aslinya kami pegang tapi tiba-tiba bisa dipakai sebagai alat bukti dalam perkara Undana, terbaca didalam Putusan Sela No.167 / Pdt.G/2017 / PN Kpg, dengan demikian Kira-kira siapa pencurinya," tanya MK. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved