Fenomena Pecah Kongsi di Pilkada, Ahmad Atang Sebut 5 Faktor Utama Penyebabnya

Soal fenomena pecah kongsi di Pilkada, Ahmad Atang sebut 5 faktor utama penyebabnya

Fenomena Pecah Kongsi di Pilkada, Ahmad Atang Sebut 5 Faktor Utama Penyebabnya
Dok
Drs. Ahmad Atang, M.Si

Dikatakannya bahwa munculnya pecah kongsi dipengaruhi oleh beberapa hal.

Pertama, adanya kawin paksa yang dilakukan oleh partai koalisi, sehingga dalam perjalanan antara bupati dan wakil tidak memiliki visi yang sama.

Kedua, perbedaan kepentingan antara bupati dan wakil selama menjabat.

Ketiga, distribusi kekuasaan yang tidak merata antara bupati dan wakil sehingga posisi wakil tidak lebih dari ban seref, maka kekuasaan hanya ada di satu tangan.

Keempat, orientasi kekuasaan, dimana wakil memiliki keterbatasan kekuasaan maka cara untuk meraih kekuasaan adalah dengan menduduki jabatan sebagai bupati. Ini menjadi orientasi untuk pecah kongsi.

Kelima, tidak adanya kerjasama antara bupati dan wakil selama menjabat akibat konflik terbuka maupun tertutup. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved