Ardhanary Insitute Ajak Media Edukasi Masyarakat Soal Isu HKSR Remaja Ragam Identitas

Ardhanary Insitute Ajak Media Edukasi Masyarakat Soal Isu HKSR Remaja Ragam Identitas

pos kupang.com
Ardhanary Insitute Ajak Media Edukasi Masyarakat Soal Isu HKSR Remaja Ragam Identitas 

Kemudian temuan per tahun 2017 ada 259 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan di seluruh indonesia.

Kekerasan terhadap istri sebanyak 5.700 kasus, kekerasan dalam pacaran 2.100 dan kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 1.700 kasus. 

Media Berperan Melanggengkan dan Menciptakan Stigma Baru

Tak cukup sampai disitu Wakil direktur ekskutif PKBI Pusat Heri Susanto banyak membahas mengenai penjudulan berita media akhir-akhir ini. Bagi Heri penjudulan yang wow dan fantastis banyak sekali yang tidak ramah isu HKSR remaja ragam identitas. Heri memberikan beberapa contoh judul antara lain: Begini Kisah Pilu Gadis Cantik di Bungo Diperkosa Ayah Kandung Lebih dari 6 Tahun, Pelajar Cantik Diperkosa Pacar Sendiri di Medan Tuntungan, Wanita Seksi Diperlakukan Begini di Kamar Memelas Sambil Tutupi Dada di Hadapan Pria, Sungguh Bejat Remaja 18 Tahun Diperkosa Nenek 9 Cucu Pelaku Sempat Ancam dan Cekik Korban Hingga Berdarah.

Istana Bereaksi Keras, Tanggapi Aksi Bom Bunuh Diri di Medan, Begini Pernyataan Tegas Jokowi

Cewek Cantik Ini Bikin Geram ISIS, Usai Bunuh 100 Anggota ISIS, Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar

Bunga Citra Lestari Semprot Syahrini, Istri Reino Barack, Tak Terima Sikapnya, Terkait Luna Maya?

FAKTA TERBARU Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan, Begini Pengakuan Saksi dan Reaksi GoJek

Risih Prilaku Syahrini, Sahabat Luna Maya BCL Langsung Tutup Telinga, Ini Fakta Sesungguhnya!

Menurut Heri penjudulan seperti ini bahkan dengan sangat mudah menggiring stigma masyarakat. Penjudulan yang menggunakan kata cantik seksi dan lain sebagainya sangat tidak ramah HKSR remaja ragam identitas. '' Jangan hanya karena klik bait ya akhirnya kita bikin judul yang seperti ini. Tidak perlulah ada kata seksi atau cantik dalam kasus pemerkosaan. Atau menggunakan kata bejat dan lain-lain siapa kita bisa menghakimi orang lain. Jangan mendramatisir sebuah berita dengan menambah kata-kata penghakiman di dalamnya,'' kata Heri. 

Selama kegiatan para editor dan juga jurnalis banyak diisi dengan diskusi bersama dan juga diselingi dengan beberapa permainan yang tetap berkaitan dengan isu HKSR remaja ragam identitas.

Pemateri banyak meminta masukan dari para editor dan jurnalis agar memperbaiki berita mengenai HKSR ke depannya.

Diskusi yang sangat alot juga membuat kegiatan ini sering melenceng dari waktu yang sudah ditentukan.

Sebelum kegiatan berakhir editor dan Jurnalis sepakat untuk lebih memperhatikan isu HKSR remaja ragam identitas ini.

Solusi yang bisa langsung dibuat adalah dengan mengurangi penggunakan kata dan istilah yang vulgar dalam pemberitaan, lebih fokus pada isu HKSR Remaja ragam identitas bukan hanya saat terjadi kasus tetapi juga mengenai pendidikan seksual remaja, mengurangi penggunaan kata atau istilah yang mendramatisir berita dan yang terakhir mulai menulis tanpa menghakimi korban. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved