Jamban Sehat

Siapkan 60 Unit Pembangunan Jamban Sehat di TTU

Saat ini, sekira 60 persen keluarga di Kabupaten TTU memiliki jamban sehat. Sisanya masih ada sekitar 40 persen yang belum memiliki jamban sehat.

Siapkan 60 Unit Pembangunan Jamban Sehat di TTU
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Proses pembangunan jamban sehat di Desa Haumeniana. Gambar diambil belum lama ini. 

Sekitar 60 persen keluarga di Kabupaten TTU kini sudah memiliki jamban sehat

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) melalui Dinas Kesehatan setempat mengaku sudah banyak keluarga di daerah tersebut yang memiliki jamban keluarga.

Saat ini, sekira 60 persen keluarga di Kabupaten TTU memiliki jamban sehat. Sisanya masih ada sekitar 40 persen yang belum memiliki jamban sehat.

"Sebenarnya akses terhadap jamban itu sudah 80 persen, tapi masih ada 20 persen keluarga kita miliki jamban yang tidak memenuhi syarat, dan 20 persen warga tidak memiki jamban sama sekali," jelas Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Marten Bandi kepada Pos Kupang, Selasa (12/11/2019).

Marten mengungkapkan, masih banyaknya keluarga yang belum memiliki jamban keluarga di TTU terutama bagi daerah yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih.

"Jadi kalau desa-desa yang memiliki air bersih mereka pasti memiliki jamban yang memenuhi syarat," ungkapnya.

BREAKING NEWS: Sebanyak 115 KK di Desa Oeteta Kupang Belum Miliki Jamban Sehat

Marten mengungkapkan, ada beberapa desa di Kabupaten TTU yang memiliki jamban keluarga yang memenuhi syarat.

Mereka umumnya hidup dengan ketersediaan air bersih.

"Kalau tidak ada air bersih mereka banyak yang kembali ke alam," ungkapnya.

Proses pembangunan jamban sehat di Desa Haumeniana. Gambar diambil belum lama ini.
Proses pembangunan jamban sehat di Desa Haumeniana. Gambar diambil belum lama ini. (POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI)

Atas masih banyaknya keluarga yang belum memiliki jamban, jelas Marten, pihaknya terus berupaya agar seluruh keluarga memiliki jamban sehat.

"Caranya kita picu mereka supaya mereka merasa jijik, rasa malunya, rasa takutnya, dan rasa berdosa supaya mereka bisa membangun jamban sehat," terangnya.

Terkait dengan anggaran pembangunan fisik jamban, kata Marten, pihaknya tidak memiliki anggaran, namun biasanya ada bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jamban sehat.

"Kayak tahun lalu, kita dapat sekitar 140 unit, dan tahun ini, kita hanya dapat 60 unit saja," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved