SDI Tuanio di Nagekeo Butuh Air Bersih

Siswa-siswi SDI Tuanio di Desa Pagomogo Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, setiap hari wajib membawa air bersih ke sekolah untuk kebutuhan Mandi C

SDI Tuanio di Nagekeo Butuh Air Bersih
Pos-Kupang.Com/Gordi Donofan
Kepala SDI Tuanio, Ferdinandus Koba 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Siswa-siswi SDI Tuanio di Desa Pagomogo Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, setiap hari wajib membawa air bersih ke sekolah untuk kebutuhan Mandi Cuci Kakus (MCK) di sekolah mereka.

Kepala Sekolah SDI Tuanio, Ferdinandus Koba mengaku sebenarnya dirinya tidak tega melihat anak-anak didiknya membawa beban tambahan berupa air bersih setiap hari.

"Tetapi keadaan yang memaksa. Kami, para guru tidak sanggup memenuhi kebutuhan air untuk MCK 75 orang siswa," ungkap Ferdinandus, kepada POS-KUPANG.COM di Mbay, Selasa (12/11/2019).

Ferdinandus menyatakan bahwa sampai pada tahun 2011 yang lalu, air masih bisa dialirkan hingga ke depan sekolah.

Apes Pensiunan ASN  Buang  Sampah  Ditangkap  Pol PP  Sikka

"Tetapi program itu adalah program sejak Nagekeo masih bergabung dengan Pemda Ngada. Meskipun debit air yang keluar tidak besar, tetapi setidaknya anak-anak tidak kecapaian. Saat ini pipa-pipa tersebut sudah hilang sehingga air tidak lagi mengalir," jelas Ferdinandus.

Ferdinandus mengaku keadaan kekurangan air tersebut telah berjalan kurang lebih 8 tahun lamanya.

"Sebagai seorang guru, saya tidak tega melihat anak-anak kecapaian. Kadang-kadang di tengah pelajaran mereka tertidur karena kecapaian. Hal tersebut tentu membuat pelajaran yang mereka terima tidak maksimal," ungkapnya.

Ferdinandus berharap agar keadaan tersebut dapat segera teratasi.

"Saya harapkan agar permasalahan ini dapat dibantu. Kekurangan air tentu sangat berpengaruh pada sanitasi dan kesehatan anak-anak dan masyarakat pada umumnya,"lanjutnya.

Ferdinandus mengungkapkan kebutuhan akan air bersih merupakan hal yang telah berkali-kali diusulkannya kepada pemerintah melalui musrenbangdes.

Hendak Petik Mangga, Nyawa Alan Lejap Melayang Akibat Tersengat Listrik, Kronologi

"Kami jug pernah usulkan melalui Anggota DPRD.Tetapi hasilnya nihil," ungkapnya.

"Semoga ada perhatian pemerintah terhadap sekolah kami. Bagaimana pun, anak-anak harusnya dapat belajar dengan baik dan nyaman,tanpa diberi beban berlebih. Sebab selain harus membawa air ke sekolah, mereka juga harus turut menimba air untuk kebutuhan di rumah masing-masing," sambungnya.

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved