Barang yang Keluar dari Ende Wajib Disertifikasi

Semua barang terutama bahan kebutuhan pokok seperti beras maupun tanaman pertanian juga perkebunan yang keluar dari Kabupaten Ende waji

Barang yang Keluar dari Ende Wajib Disertifikasi
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
SAMPEL/ Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas II Ende, drh Yulius Umbu Hunggar Menunjukan Sampel Barang. Area lampiran 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Semua barang terutama bahan kebutuhan pokok seperti beras maupun tanaman pertanian juga perkebunan yang keluar dari Kabupaten Ende wajib menjalani uji sertifikasi yang dilakukan oleh Stasiun Karantina Pertanian kelas II Ende.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas II Ende, drh Yulius Umbu Hunggar mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Selasa (12/11/2019) di Ende.

Yulius mengatakan bahwa pelaksanaan uji sertifikasi tersebut dilakukan guna mengetahui kelayakan dari barang tersebut sebelum dipasarkan dan pada akhirnya dikosumsi oleh publik.

Mavan Kemayoran Persija Jakarta Kehilangan Ujung Tombak, Marco Simic Hengkang ke Malaysia? Info

Yulius mengatakan bahwa dengan pelaksaan uji sertifikasi maka selain barang tersebut dianggap layak juga akan menaikan nilai tawar dari suatu barang dibandingkan dengan barang yang tidak disertifikasi.

“Kantor Karantina akan mengeluarkan sertifikat kepada pemilik barang sehingga dengan demikian barang tersebut dianggap layak untuk dipasarkan,”kata Yulius.

Yulius mengatakan untuk mendukung sistem kinerja dan pendekatan pelayanan kepada masyarakat maka Stasiun Karantina Kelas II Ende selain memberikan pelayanan di kantor juga membuka pelayanan di Pelabuhan Ende dan juga Bandara Haji Hasan Aroboesman Ende.

“Semua barang terutama hasil-hasil perkebunan maupun pertanian seperti beras juga kopi dan kopra juga pisang yang hendak dibawa keluar daerah akan menjalani uji sertifikasi oleh petugas kami yang ada di lapangan,”kata Yulius.

Mavan Kemayoran Persija Jakarta Kehilangan Ujung Tombak, Marco Simic Hengkang ke Malaysia? Info

Yulius mengatakan bahwa semua barang akan diambil sampelnya lalu diperiksa di laboratorium guna mengetahui kelayakan dari barang tersebut.

“Petugas memang tidak setiap saat ada di lapangan hanya ketika ada kapal masuk maka petugas akan memeriksa barang-barang yang akan dikirim ataupun dijual keluar daerah,”kata Yulius. *)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved