Sering Dihina Pengeroyok Yunerci Talan, Hendrik Nau Minta Pihak Kepolisian Tangkap Pelaku

Sering Dihina pengeroyok Yunerci Talan, Hendrik Nau minta pihak Kepolisian tangkap pelaku

Sering Dihina Pengeroyok Yunerci Talan, Hendrik Nau Minta Pihak Kepolisian Tangkap Pelaku
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Korban pengeroyokan, Yunerci Talan dan orang tuanya saat berada di sekertariat Forwan 

Sering Dihina pengeroyok Yunerci Talan, Hendrik Nau minta pihak Kepolisian tangkap pelaku

POSKUPANG.COM | SOE - Hendrik Nau, ayah dari Yunerci Talan (19) yang menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Ketura Nau Cs meminta pihak kepolisian, Polsek Amanuban Tengah untuk segera menangkap para pelaku.

Pasalnya, para pelaku yang hingga saat ini masih bebas, sering menghina Hendrik sekeluarga dengan menyebut " keluarga miskin mau berperkara dengan kami yang mampu".

Para Pencari Kerja Mulai Cari Informasi Tes CPNS 2019 di Kantor BKPSDMD Sumba Timur

Ejekan tersebut membuat Hendrik dan keluarga sakit hati. Sehingga meminta pihak kepolisian untuk secepatnya menangkap para pelaku.

" Pak, mereka (para pelaku) sering olok-olok kami. Kami malu pak. Hati kami sakit. Anak saya sudah dipukuli hingga pingsan sekarang olok kami sebagai keluarga miskin yang mau berperkara dengan mereka yang keluarga mampu, " keluh Hendrik kepada wak media di kantor sekertariat forum wartawan (Forwan) TTS, Senin (11/11/2019) sore.

Berkas Perkara Lengkap, Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan di Kupang Siap Disidangkan

Yunerci yang ikut bersama sang ayah ke sekertariat Forwan mengaku, dirinya tak tahu alasan para pelaku menganiaya dirinya hingga pingsan.

Diceritakannya, kasus pengeroyokan yang dialaminya terjadi pada Rabu (23/10/2019) malam. Saat kejadian, korban sedang menonton pertandingan bola voli di dekat Gereja Bethel Noenbaun, Desa Noenoni, Kecamatan Oenino.

Secara tiba-tiba, pelaku Ketura Nau datang dan menampar pipi korban. Aksi pelaku langsung diikuti oleh Tantri Noelaka dan Rince Nitbani. Tak hanya ditampar, para pelaku juga menendang korban pada bagian alat kelamin sehingga korban terjatuh dan pingsan.

Aksi berutal para pelaku disaksi oleh para penonton pertandingan bola voli, termaksud Kades, Kaur dan kepala dusun.

" Saya ada berdiri nonton pertandingan bola voli, tiba-tiba para pelaku datang tampar dan tendang saya hingga jatuh dan pingsan," tutur Yunerci.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved