Presiden Joko Widodo Pidato di Kongres Nasdem, Begini Katanya Soal Koalisi Pemerintahan

Presiden Joko Widodo mempertegas situasi koalisi pemerintahan dalam kondisi yang solid.

Presiden Joko Widodo Pidato di Kongres Nasdem, Begini Katanya Soal Koalisi Pemerintahan
DIONISIO DAMARA UNTUK KOMPAS
Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Ketua Umum Nasdem (Surya Paloh), seusai pertemuan dengan sembilan ketua umum partai politik di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019) malam. 

Presiden Joko Widodo Pidato di Kongres Nasdem, Begini Katanya Soal Koalisi Pemerintahan

POS-KUPANG.COM - Presiden Joko Widodo mempertegas situasi koalisi pemerintahan dalam kondisi yang solid. Pesan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam suasana yang amat cair dan dipenuhi dengan candaan.

Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-8 Partai Nasdem, Senin (11/11/2019) malam. Jokowi tiba bersama dengan Wakil Presiden KH Maruf Amin (Ma’ruf Amin) , Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani, dan Wakil Presiden RI ke-12 Jusuf Kalla.

Rombongan Jokowi disambut langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Peserta kongres bergemuruh menyambut kedatangan Jokowi. Suasana kian cair manakala Presiden sempat tertawa ketika panitia HUT Nasdem menayangkan kembali video Surya Paloh yang berangkulan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. Video tersebut ditayangkan untuk mengingat kembali perjalanan politik Nasdem selama delapan tahun.

“Urusan rangkulan Bang Surya dan Sohibul Iman itu hanya masalah kecemburuan. Karena saya memang tidak pernah dirangkul seerat itu,” ujar Jokowi diiringi tawa seluruh peserta kongres.

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). (ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

Menurut Jokowi, tidak ada yang salah dalam urusan rangkul-merangkul bila komitmennya benar-benar pada persatuan kebangsaan. Oleh sebab itu, Jokowi menepis anggapan yang menyebut koalisi pemerintahan tengah renggang.

“Salah besar kalau ada yang menyampaikan koalisi ini sudah tidak rukun, keliru besar sekali. Kita rukun-rukun saja,” kata Jokowi.

Seusai memberikan sambutan, Jokowi bergegas menuju ke bangku tempat Surya Paloh duduk. Surya segera bangkit dan Jokowi memeluk erat Surya Paloh. Sebelum Jokowi memberikan sambutan, Surya Paloh memaparkan hasil-hasil Kongres II Nasdem.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyapa para peserta Kongres II Partai Nasdem yang berlangsung di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/11/2019). Kongres akan ditutup pada Senin (11/11/2019) dengan agenda pengesahan Ketua Umum Partai Nasdem periode 2019-2024. Penutupan dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan para Ketua Umum Partai Politik.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyapa para peserta Kongres II Partai Nasdem yang berlangsung di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/11/2019). Kongres akan ditutup pada Senin (11/11/2019) dengan agenda pengesahan Ketua Umum Partai Nasdem periode 2019-2024. Penutupan dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan para Ketua Umum Partai Politik. (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Ia juga sempat menyelipkan candaan mengenai manuvernya merangkul Sohibul. Surya Paloh bergeming pada sikapnya bahwa Nasdem akan terus menerus membuka ruang komunikasi dan konsolidasi bersama tanpa membedakan mereka yang ada di dalam maupun di luar pemerintahan.

Enam resolusi
Kongres II Partai Nasdem resmi ditutup pada Senin (11/11/2019). Setelah berkongres selama tiga hari, ada enam resolusi yang dihasilkan. Keenam resolusi itu antara lain gagasan untuk mengamandemen konstitusi, menggelar Konvensi Calon Presiden 2024, mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadapi resesi global, melanjutkan silaturahmi kebangsaan, melestarikan lingkungan hidup, dan memperteguh komitmen moralitas Pancasila dalam kebijakan legislatif dan eksekutif.

Halaman
123
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved