Pdt. Yewangoe Sebut Ada Tiga Persoalan Mendasar di Papua Butuh Perhatian Gereja dan Pemerintah

Menurut Pdt Dr AA Yewangoe, ada tiga persoalan mendasar di Papua butuh perhatian Gereja dan Pemerintah

Pdt. Yewangoe Sebut Ada Tiga Persoalan Mendasar di Papua Butuh Perhatian Gereja dan Pemerintah
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Ketua Majelis Pertimbangan PGI Pdt. Dr. A. A. Yewangoe 

Menurut Pdt Dr AA Yewangoe, ada tiga persoalan mendasar di Papua butuh perhatian Gereja dan Pemerintah

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Terkait masalah yang terjadi di Papua sampai saat ini, perlu ada perhatian serius bagi Gereja dan bagi Pemerintah.

Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Pdt. Dr. A. A. Yewangoe kepada POS-KUPANG. COM di sela kegiatan Sidan Raya PGI Ke-XVII, di Waingapu, Sumba Timur, Senin (11/11/2019) mengatakan, sebagaimana seperti pihaknya katakan dalam laporan Majelis Pertimbangan PGI, ada tiga masalah yang subtansial yang terjadi di Papua yang perlu diberi perhatian serius oleh gereja dan Pemerintah.

Ditinggal Lima Pemain Pilar, Pelatih Persib Robert Yakin Maung Bandung Atasi Arema FC

Adapun ketiga masalah tersebut, kata Pdt. Yewangoe, pertama masalah Integrasi. Bagi Jakarta Integrasi sudah selesai karena dengan adanya Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), tetapi bagi Papua itu belum.

"Ini berarti perlu ada persepsepsi dan tafsiran yang sama terhadap sejarah Integrasi. Nah, untuk itu mempersamakan prespsepsi tentu membutuhkan dialog, jadi dialog harus sungguh-sungguh serius,"ungkap mantan Ketua Umum PGI tahun 2004-2014 itu.

Pdt. Yewangoe Berharap Sidang Raya PGI KE-XVII Sesuai Tema Aku Adalah Awal dan Terakhir

Masalah kedua di tanah Papua, kata Pdt. Yewangoe, yakni masalah marjinalisasi. Yaitu dimana orang-orang Papua yang secara etnis adalah orang melanesia yang tidak ditempatkan dibawa penghakiman (tanda kutip), dari etnis melayu.

"Jadi mereka tidak disingkirkan dalam segela sesuatu, baik secara ekonomi, politik, sosial dan seterusnya. Kalau ini tidak diselesaikan munculah sikap Rasis diskriminasi seperti yang kita ketahui bersama,"ungkap Pdt. Yewangoe.

Sementara masalah ketiga, kata Pdt. Yewangoe, adalah masalah infrastruktur.

"Kita harus akui presiden ini luar biasa membangun Infrastruktur, dia membuka isolasi dan seterusnya, kita harus apresisi itu. Ya, karena belum pernah dilakukan semasif ini dengan anggaran yang cukup tinggi, tapi pertanyaan yang orang Papua pertanyakan adalah apakah ini pembangunan untuk kami atau untuk siapa? Ini harus diperhatikan serius,"kata Pdt. Yewangoe.

"Dan itulah yang kami bilang bukan hanya sekedar pembangunan di Papua tetapi harus Pembangunan Papua artinya bukan hanya infrastruktur yang diperhatikan tapi juga seluruh masyarakatnya termasuk menghindarkan mereka dari marjinalisasi dan seterusnya. Artinya juga memberi kemungkinan pada mereka untuk setera dengan suku-suku yang lain di Indonesia,"tambah Pdt. Yewangoe.

Menurutnya, jika ketiga persoalan diatas bisa diatasi dengan baik maka persoalan di Papua bisa teratasi.

"Bisa teratasi, saya kira kita tidak bisa berilusi banyak, karena sudah sekian puluh tahun peristiwa itu terjadi tapi kita membutuhkan kesabaran. Jadi jangan juga diforsir sesuatu tapi kita membutuhkan kesabaran dan pendekatan militer di Papua harus tidak lagi dilaksanakan, saya kira sejak masa pemerintah SBY pun sudah bilang pendekatan kita adalah pendekatan kesejahteraan, tapi yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana realisasinya," kata Pdt. Yewangoe. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved