Musim Hujan Tiba, Murid SDN Kepeketik di Sikka Siap Gabung Kelas

Saat musim hujan tiba, murid SDN Kepeketik di Kabupaten Sikka siap gabung kelas

Musim Hujan Tiba, Murid SDN Kepeketik di Sikka Siap Gabung Kelas
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Ruang kelas SDN Kepiketik di Desa Persiapan Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, 31 Km arah timur Kota Maumere, Jumat (8/11/2019). 

Saat musim hujan tiba, murid SDN Kepeketik di Kabupaten Sikka siap gabung kelas

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Curah hujan secara sporadis sudah mulai turun di beberapa wilayah di Kabupaten Sikka, Pulau Flores sejak pekan lalu didambakan masyarakat. Namun, tidak bagi 31 orang murid dan guru SDN Kepiketik di Desa Persipan Mahe Kelan, Kecamatan Waigete, 31 Km arah timur Kota Maumere.

Setiap kali hujan selalu membawa kerisauan kepada para murid dan guru. Dua ruang kelas, 4 dan 5 tidak layak menjadi kegiatan belajar mengajar (KBM). Tak hanya gedung, meja, kursi dan papan tulis, kondisinya memprihatinkan.

Komisi Kitab Suci KAK Latih Fasilitator Kitab Suci untuk OMK dan Umat Quasi Paroki Battuna

Bangunan darurat nyaris rubuh. Atap seng telah bolong, lantai tanah dan dinding pelupu (bambu cincang) dimakan usia hanya bisa digunakan untuk KBM ketika musim panas.

Guru kelas V SDN Kepiketik, Martah Metrona, kepada pos-kupang.Jumat (8/11/2019) menuturkan kondisi kedua ruang kelas ini sudah ada selama empat tahun.

Pengprop Perkemi NTT Apresiasi Perjuangan Atlet Manggarai dan Manggarai Timur

"Musim panas kami bisa pergunakan untuk belajar mengajar, tapi musim hujan air masuk dan becek. Kami tidak lakukan KBM," kata Martha Matrona.

Bila hujan turu, KBM kelas 4 dan kelas 5 digabung di ruangan kelas 6 dan ruangan kepala sekolah yang memiliki ruang permanen dinding tembok, atap seng dan lantai semen. Murid kelas 1 dan kelas 3 tidak ada dari total 31 murid.

Ruangan permanen disekat untuk KBM kelas 6. Sedangkan ruangan kelas 2 juga disekat untuk ruang guru, kepala sekolah dan perpustakaan dan UKS.

"Murid kelas 2 hanya lima orang.Kelas 4 ada sebanyak enam orang kelas 5 ada 10 orang dan 13 orang murid kelas 6," kata Martha Metrona.

Meski berstatus sekolah negeri, Martha Metron, mengakui belum ada perhatian Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharga Sikka membenahi sekolah ini dan rumah para guru. Sebab mereka berasal dari luar kampung berjarak jauh dengan sekolah. ( Laporan Reporter Pos-kupang.com, Eginius Mo'a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved