Kejari TTU Segera Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Dana Desa Manamas

proses pelimpahan berkas perkara korupsi dana desa tersebut akan dilakukan pada akhir bulan November atau awal Desember 2019 ini.

Kejari TTU Segera Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Dana Desa Manamas
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kasi Pidsus Kejari TTU, Noven Bulan 

Kejari TTU Segera Limpahkan Berkas Perkara Korupsi Dana Desa Manamas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) segera melimpahkan berkas perkara korupsi dana desa di Desa Manamas, di Kecamatan Bikomi Nilulat.

Diperkirakan, proses pelimpahan berkas perkara korupsi dana desa tersebut akan dilakukan pada akhir bulan November atau awal Desember 2019 ini.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari TTU, Noven Bulan mengatakan hal tersebut kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya beberapa waktu lalu.

Noven mengungkapkan, untuk saat ini, pihaknya sedang melakukan pemberkasan terhadap kasus yang menyeret nama dua pejabat di desa itu yakni kepala desa Maksimus Elu dan bendaharanya Maksimus Elu Bobo.

"Saat ini kita masih lakukan pemberkasan. Kemungkinan akhir bulan ini atau awal bulan depan kita sudah bisa limpahkan berkasnya ke pengadilan tipikor di Kupang," jelasnya.

Untuk kepentingan pemberkasan, jelas Noven, Kejari Kabupaten TTU sudah memperpanjang masa penahanan terhadap dua tersangka kasus korupsi dana desa tersebut.

Hi Guys, Sering Alami Susah Buang Air Besar? Yuk Praktek 5 Cara Mengatasi

Renungan Kristen Protestan,Senin,11 November 2019 : Istri Boleh Melawan Suami,Ini Alasan Teologisnya

Diungkapkan Noven, masa penahanan terhadap kedua orang tersangka itu diperpanjang selama 40 hari ke depan. Hal tersebut karena masa penahanan terhadap keduanya telah berakhir.

Diberitakan sebelumnya, Kades Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Maksimus Elu ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) TTU, Selasa (15/10/2019).

Maksimus Elu ditahan bersama dengan salah seorang tersangka lainnya bernama Maksimus Elu Bobo, yang berperan sebagai bendahara desa di desa itu.

Keduanya ditahan oleh jaksa karena diduga kuat terlibat dalam sejumlah proyek di desa tersebut. Sejumlah proyek itu dikerjakan menggunakan dana desa pada tahun anggaran 2017 dan 2018. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved