Bupati Kamelus Jadi Irup Hari Pahlawan Ke-74, Ini Pesannya

Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita

Bupati Kamelus Jadi Irup Hari Pahlawan Ke-74, Ini Pesannya
POS KUPANG/ARIS NINU
Upacara Hari Pahlawan Ke-74 di Lapangan Motang Rua, Ruteng. 

Bupati Kamelus Jadi Irup Hari Pahlawan Ke-74, Ini Pesan Pahlawan Nasional Yang Disampaikan Saat Upacara

POS-KUPANG.COM|RUTENG--Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus, S.H, M.H menjadi inspektur upacara (Irup) Hari Pahlawan Ke-74 di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Senin (11/11/2019) pagi.

Hari Pahlawan yang mengangkat tema "Aku Pahlawan Masa Kini," dihadiri Ketua DPRD Manggarai, Mathias Masir, Penjabat Sekda Manggarai, Drs. Anglus Angkat, M.Si, Ketu Pengadilan Agama Manggarai, Irwahida, S.Ag, M.H, Wakapolres Manggarai, Kompol Thobias Tamonob, Pimpinan OPD, Danramil Ruteng, Kapten Inf.Sulaiman, Camat Langke Rembong, Petrus Masangkat, Ketua Persit Kartika Candra Kirana dan Perwir TNI-Polri.

Pasukan upacara yang hadir yakni Kodim Manggarai, Brimob Ruteng, Polres Manggarai, Pol PP, ASN, Mahasiswa, pelajar SD, SMP dan SMA serta pramuka.

Pada upacara tersebut ada pembacaan pesan pahlawan antara pertama, Nyi Ageng Serang "Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya,"

Kedua, Jenderal Sudirman "Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”
(Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit,

Ketiga, Pahlawan Nasional Prof Dr R Soeharso "Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya"

Keempat, Prof Moh Yamin "Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri"

Kelima, Supriyadi "Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi"

Keenam, Abdul Muis "Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang" (Menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI ).

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved