Yompi, OGDJ di  Rumah Bebas Pasung  Ke-31    

Hari Jumat (8/11/2019) menjadi hari baru bagi Yompi (30). Warga Desa Lela, sebelah selatan Kota Maumere, Pulau Flores, belasan tahun dipa

Yompi, OGDJ di  Rumah Bebas Pasung  Ke-31    
Foto/Biara  St.  Kamilus-Nita
Rektor  Seminari   Tinggi St.Kamilus, Pater Andi,  MI,  dan  Yompi di  rumahnya  di Desa Lela,   sebelah selatan  Kota Maumere, Pulau  Flores, Jumat   (8/11/2019).   

POS-KUPANG.COM, MAUMERE—Hari Jumat  (8/11/2019) menjadi   hari  baru bagi   Yompi (30). Warga  Desa Lela, sebelah  selatan  Kota  Maumere, Pulau   Flores, belasan  tahun dipasung  karena mengalami  gangguan  jiwa.

Yompi,  anak yatim piatu. Mamanya meninggalkan   Yompi selamanya ketika dia masih usia delapan bulan. Sedangkan ayahnya menikah lagi dengan perempuan lain dan tinggal di tempat lain.

Yompi juga  memiliki seorang saudari, namun  ia menderita stunting. Dia tidak menikah. Semenjak mamanya meninggal dan ayah menikah lagi, Yompi dan kakaknya diasuh adik mamanya.

Namun  kebersamaan itu   tak berlangsung lama. Dia juga tidak memberikan perhatian maksimal, karena adik mamanya kemudian menikah dan memiliki keluarga sendiri.

Leting 33 Brimob Polda NTT Anjangsana ke Panti Asuhan Kasih Agape - Pendeta Stef, Ringankan Beban

Yompi berhenti sekolah di  bangku SD kelas 4, usai menerima Komuni Pertama. Ia  bekerja di kebun atau serabutan seperti orang muda yang lain, sambil numpang pada keluarga adik mamanya.

Tahun  2008, Yompi mulai gangguan jiwa.  Selama  itu, dia  dipasung tiga kali, dan ini yang ketiga. Dia dipasung karena selalu bikin onar di rumah dan tetangga, memaksa orang dan membahayakan orang lain, jika orang tidak memberi apa yang dia mau, seperti makanan, rokok, dan  lain-lain.

Pater Andi,MI, Rektor  Seminari  Tinggi  St, Kamilus  Nita, 10  Km  arah barat  Kota Maumere,  Pulau  Flores,  menduga gangguan jiwa Yompi karena  beratnya beban hidup dan kurangnya pengalaman kasih sayang di dalam keluarga.

Yompi dan kakaknya menumpang di keluarga adik mamanya, dan tentu saja rasanya berbeda, tak seindah kasih sayang orang tua kandung. Seandainya ada kasih sayang orang tua, mungkin jalan hidup Yompi dan kakaknya berbeda.

“Kami dari Seminari St. Kamilus mengetahui keberadaan Yompi dipasung dari tetangganya. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari Reinald (salah satu pasien kami yang sudah dilepaskan dari pasungan yang membelenggu dia selama 22 tahun). Kondisinya sangat memprihatinkan,” kisah  Pater  Andi, MI, kepada  pos-kupang.com, Sabtu   (9/11/2019).

Setelah diskusi dengan keluarga, Biara   St. Kamilus  membangun rumah bebas pasung bagi   Yompi. Dengan   rumah  ini,   Yompi  akan dilepaskan dari pasungan dan menempati rumah barunya.

“ Ini akan menjadi rumah ke-31, dalam program rumah bebas pasung dari Seminari St. Kamilus, Nita. Semoga pembangunannya lancar, dan Yompy lekas bebas dari pasungan,” ujar  Pater  Andi,  MI.(laporan wartasan pos-kupang.com, eginius  mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved