Bintang Puspayoga: Perempuan Tidak Boleh Ada di Belakang Laki-laki

Kata I Gusti Ayu Bintang Puspayoga: Perempuan tidak boleh ada di belakang laki-laki

Bintang Puspayoga: Perempuan Tidak Boleh Ada di Belakang Laki-laki
POS KUPANG/DION KOTA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga sedang mendampingi anak-anak Paud Buin Noni melakukan aksi cuci tangan dengan enam langkah. 

Kata I Gusti Ayu Bintang Puspayoga: Perempuan tidak boleh ada di belakang laki-laki

POS-KUPANG.COM | KUPANG - "Perempuan tidak boleh lagi ada di belakang laki-laki, melainkan harus setara di samping laki-laki. Perempuan akan menjadi aktor penting untuk meningkatkan perekonomian perempuan guna mewujudkan tujuan pembangunan bekelanjutan."

Hal ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA RI, Bintang Puspayoga, saat meresmikan Sekolah Perempuan Bifemeto di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (7/11/2019)).

Tunggakan BPJS Kesehatan Tak Berpengaruh Pada Pelayanan di RSUD Lewoleba Lembata

Dalam siaran pers yang disampaikan tim Publikasi dan Media Kementerian PPPA RI, Jumat (8/11/2019), menyebutkan, Menteri Bintang Puspayoga hadir di NTT dalam acara peresmian Sekolah Perempuan Bifemeto di Kabupaten TTS, NTT.

Menurut Puspayoga, sinergi dalam upaya peningkatan pemberdayaan perempuan merupakan kunci keberhasilan pembangunan sebuah negara.

Dekorasi Alami Panggung Utama Lokasi Sidang Raya PGI Ke-XVII di Purukambera, Sumba Timur

"Melihat masih maraknya praktik diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan di masyarakat Kementerian PPPAP terus berupaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan melalui pendidikan. Salah satunya melalui Sekolah Perempuan, yang diharapkan menjadi upaya konkrit dalam rangka pemberdayaan perempuan salah satunya dibidang ekonomi dari akar rumput," kata Bintang Puspayoga.

Puspayoga mengharapkan agar sekolah perempuan Bifemeto di Kabupaten TTS mampu menjadi mesin penggerak untuk kemajuan perempuan khusunya dan masyarakat pada umumnya menuju masyarkat yang sejahtea dan setara," tutup Menteri Bintang.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni mngatakan, sekolah perempuan yang menjadi salah satu program dari Kemen PPPA merupakan wadah untuk membantu meningkatkan kemampuan mereka, mengenali kemampuan mereka, menggali potensi alam sekitarnya, mengenali masalah yang dihadapi perempuan.

"Juga untuk mengetahui hak-hak mereka dalam program pembangunan, mekanisme pembangunan, serta cara mereka dapat ikut dan mendapatkan manfaat dan cara membangun gotong royong menyatukan kemampuan mereka untuk masyarakat," kata Erni.

Dikatakan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari sekolah perempuan menjadi modal awal untuk membangun kepercayaan diri mereka sehingga berani dan dapat memaksimalkan akses sumber daya alam guna peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved