Warga Lembata Minta Pemerintah Normalisasi DAS Waikomo

-Warga yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) Waikomo meminta Pemerintah Kabupaten Lembata segera melakukan normalisasi kali (sungai kecil). Apal

Warga Lembata Minta Pemerintah Normalisasi DAS Waikomo
Keterangan Foto/Ricko Wawo
/Kondisi DAS Waikomo Lembata yang belum dinormalisasi sampai saat ini sejak musim hujan setahun lalu. Gambar diabadikan, Rabu (6/11/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Warga yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) Waikomo meminta Pemerintah Kabupaten Lembata segera melakukan normalisasi kali (sungai kecil). Apalagi sebentar lagi musim kemarau akan berakhir dan masuk musim hujan.

Permintaan itu realistis, sebab sejak diterjang banjir pada musim hujan tahun lalu, material yang dibawa banjir itu masih berserakan di dalam kali. Sementara warga tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menormalisasi kali tersebut.

Di Sumba Timur, Christofel dan Domu Daftar Sebagai Balon Bupati di Demokrat krena Partai Terbuka

Di samping itu, terjangan banjir pada musim penghujan tahun lalu memutus akses jalan raya. Banjir juga telah menggerus sawah milik sejumlah warga setempat.

Pantauan Pos Kupang, Rabu (6/11/2019), DAS Waikomo kini masih dipenuhi material banjir yang menerjang pada musim hujan tahun lalu. Material itu berupa pohon-pohon yang besar yang dibawa banjir dari arah hulu.

Selain itu, gerusan banjir tahun lalu juga memperlebar areal kali hingga mengarah lurus pada tebing berpasir. Di atas tebing berpasir setinggi 3 meter itu terdapat sawah warga Waikomo yang juga sudah mulai ikut tergerus banjir.

Ketua RT 046, RW 015, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Katarina Bafut, mengatakan, jika tidak dinormalisasi, DAS Waikomo akan sangat membahayakan warga yang bermukim di sekitarnya.

"Banyak kayu-kayu besar, batu-batu besar dan alur kali yang langsung menghujam tebing berpasir ini akan semakin merusak kondisi DAS. Musim hujan tahun lalu kami sampai mengungsi karena ketakutan. Saat itu banjir sangat besar, membawa pohon pohon besar sampai merusak sawah. Jalan sudah putus. Karena jalan menuju pasar Pada putus sekarang truk yang memuat material memilih lewat di dalam kali," tuturnya.

"Aktivitas galian batu dan pasir juga masih memprihatinkan. Kami minta pemerintah tolong normalisasi kali Waikomo, kalau tidak musim hujan nanti bisa dipastikan akan makan korban," imbuhnya.

Warga Waikomo, Alexander Taum, menerangkan kondisi kali tersebut memang sudah sangat memprihatinkan. Tumpukan material yang dibawa banjir tahun lalu masih belum dibersihkan sejak tahun lalu. Sayangnya, kata dia, pemerintah seolah tidak punya upaya sedikit pun untuk melakukan normalisasi kali Waikomo. 

Dia berharap aspirasi ini warga juga bisa didengar para wakil rakyat yang duduk di Gedung Peten Ina Lembata.

 

 

BalasTeruskan

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved