News

Percantik Wajah Pantai Wisata Sulamanda, Ini yang Dilakukan Mahasiswa KKN Undana Kupang

Di kawasan Sulamanda dijual pangan lokal dari marungga (kelor). Ada stik marungga, coklat marungga dan parfum marungga.

Percantik Wajah Pantai Wisata Sulamanda, Ini yang Dilakukan Mahasiswa  KKN Undana Kupang
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Kades Mata Air, Beni Kanuk bersama mahasiswa Undana sedang menata kawasan Pantai Sulamanda, Sabtu (2/11/2019) 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Edy Hayong

POS KUPANG, COM, OELAMASI - Dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khusus pengabdian masyarakat, mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Undana-Kupang, turun ke Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah.

Para mahasiswa Undana melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di desa ini mulai 14 Oktober hingga 1 Desember 2019. Salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah mempercantik kawasan objek wisata Pantai Sulamanda.

Koordinator Kelompok KKN Undana, Selviana Mboro, kepada wartawan, Sabtu (2/11/2019), menuturkan, kegiatan ini merupakan KKN tematik.

Artinya, mahasiswa bersinergi dengan pemerintah dalam menangani beragam persoalan.

Dia menyebut, selama KKN nanti mereka akan membantu dalam hal penanganan stunting, pendidikan dan pariwisata. Salah satu objek wisata yang jadi perhatian yakni Pantai Sulamanda.

"Desa Mata Air sekarang sedang populer diperbincangkan. Ini karena pantai Wisata Sulamanda mendapat kunjungan wisatawan bukan saja domestik tetapi juga wisatawan nasional," jelasnya.

Peran nyata yang akan dilakukan mahasiswa di Sulamanda, demikian Selviana, pembuatan tempat sampah, penanaman anakan mangrove di sekitar pesisir pantai seluas 450 meter, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Merekapun akan membuat peta desa dan profil desa, pembuatan spot foto.

Salah satu mahasiswa KKN, Yosis Nitbani, dari Fakultas Pertanian jurusan Agribisnis Program Studi Minat Manajemen menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan generasi masa depan bangsa harus turut berpartisipasi dalam mendukung pembangunan desa.

Menurut dia, sekarang yang menjadi tren modern pembangunan di era milenial atau era digital 4.0 kesukaan kaum milenial adalah pariwisata berbasis alam, budaya dan juga man made.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayong
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved