Jampersal Tingkatkan Kinerja Para Bidan

jampersal diterima oleh semua bidan yang melakukan persalinan baik bidan dengan status PNS atau kontrak.

Jampersal Tingkatkan Kinerja Para Bidan
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Musyawarah Cabang Ikatan Bidang Indonesia Cabang Lembata, Hotel Palm, Kamis (7/11/2019) 

Jampersal Tingkatkan Kinerja Para Bidan

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Vemi Taranpira, seorang Bidan Puskesmas Balauring Kabupaten Lembata mengaku jaminan persalinan (Jampersal) yang diterima bidan bersalin sangat membantu dan baik untuk mereka.

Menurut dia jaminan persalinan itu berupa transportasi, makan-minum dan akomodasi lainnya. Tak hanya bidan, jampersal juga diterima oleh pendamping (suami atau kader) dan ibu bersalin dari desa ke puskesmas. Mereka juga mendapat transportasi rujukan apabila ibu yang melahirkan dirujuk ke rumah sakit.

"Sekarang kan semua ibu bersalin harus melahirkan di puskesmas," ungkapnya, Jumat (1/11/2019)
Vemi menambahkan jampersal berbeda dengan gaji dan punya administrasinya sendiri. Kelengkapan administrasi berupa surat perintah jalan (SPJ) itu dibuat oleh bidan yang bersangkutan dan diajukan ke dinas kesehatan. Setelah administrasi lengkap barulah jampersal bisa dicairkan. Vemi menjelaskan nominal rata-rata jaminan persalinan yang diterima setiap bidan berbeda-beda tergantung berapa banyak persalinan yang dia lakukan.

Menururnya, jampersal diterima oleh semua bidan yang melakukan persalinan baik bidan dengan status PNS atau kontrak.

"Sangat terbantu, karena tidak ada kendala lagi mereka rujuk ke Lewoleba, mereka tahu ada akomodasi."

Disebutkan, jampersal juga membantu kinerja para bidan termasuk keluarga yang akan melakukan persalinan.

Biasanya, keluarga tak mau dirujuk karena alasan ekonomi tetapi sekarang semua biaya itu ditanggung negara.
Bidan Desa Hoelea, Christine Noviana mengaku selalu mendapatkan jampersal ketika adanya rujuk pasien dari desa ke puskesmas maupun dari puskesmas ke rumah sakit.

"Bukan hanya bidan dan pengantar yang mendapatkan jampersal namun ibu hamil juga mendapatkan jampersal dengan nominal 150.000," ungkap Novi.

Kini Pengguna WhatsApp Bisa Tolak atau Terima Masuk Grup, Begini Caranya

Dua Pemuda Bakar Temannya Gara-gara Minta Rokok tapi Tak Dipenuhi, Simak Kronologinya

"Ketika pencairan uang jampersal di dinas dapat dilanjutkan pembagian uang jampersal tersebut kepada Ibu hamil yang bersangkutan disaat posyandu atau di antar ke rumah. Kadang saya sendiri antar ke rumah atau minta mereka datang ambil di Poskesdes kalau uangnya sudah cair," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Riicko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved