Dinsos Ende Catat Ada 417 ODGJ

OGDJ juga menjalani pelatihan seperti cara beternak dan juga berkebun maupun bengkel serta sol sepatu.

Dinsos Ende Catat Ada 417 ODGJ
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Kadis Sosial Kabupaten Ende, Marmi Kusuma 

Dinsos Ende Catat Ada 417 ODGJ

POS-KUPANG.COM|ENDE--Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat ada sebanyak 417 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ende.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ende, Marmi Kusuma mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (7/11/2019) ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan ODGJ di Kabupaten Ende.

Marmi mengatakan bahwa keberadaan ODGJ saat ini memang menjadi keprihatinan bersama yang ditandai dengan adanya partisipasi dari sejumlah pihak baik lembaga pemerintah dan swasta.

“ODGJ adalah juga manusia yang sudah semestinya harus mendapatkan perhatian dari semua pihak,”kata Marmi.

Marmi mengatakan bahwa tanggungjawab Dinas Sosial Kabupaten Ende terkait dengan keberadaan ODGJ adalah melakukan rehabilitasi pasca yang bersangkutan sembuh dari sakit.

Menurut Marmi yang bertanggungjawab atas kesembuhan ODGJ adalah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende sedangkan Dinas Sosial bertanggungjawab melakukan rehablitasi setelah yang bersangkutan sembuh.

“Kalau sudah sembuh maka kami melakukan rehabilitasi dalam arti memberikan pelatihan kerja kepada yang bersangkutan agar ketika pulang ke tengah masyarakat yang bersangkutan telah memiliki kemampuan untuk meneruskan hidup,”kata Marmi.

Terkait dengan pelatihan bagi ODGJ di Kabupaten Ende, Marmi mengatakan bahwa meskipun belum terlalu banyak namun pihaknya sudah beberapa kali mengirimkan ODGJ guna menjalani rehabilitasi di Semarang dan Sukabumi.

“Dalam catatan saya setidaknya dalam satu tahun terakhir kami telah mengirimkan 5 orang ODGJ guna menjalani rehabitasi di Semarang dan Sukabumi,”kata Marmi.

Dalam proses rehabilitasi itu ujar Marmi OGDJ juga menjalani pelatihan seperti cara beternak dan juga berkebun maupun bengkel serta sol sepatu.

Pihaknya bersyukur pasca menjalani rehabilitasi orang yang sebelumnya sebagai ODGJ kini telah menjadi manusia normal serta mampu menjalani aktifitasnya sesuai dengan ilmu yang dia dapatkan saat menjalani rehabitasi.

Pihaknya juga mengharapkan kepada masyarakat dan lingkungan serta pihak keluarga untuk memberikan dukungan moril kepada orang-orang eks ODGJ yang telah kembali ke masyarakat sehingga mentalnya dapat berkembang sebagaimana manusia normal lainnya.

“Kita berikan dia dukungan moril jangan sampai ada yang justru mengolok sebagai orang eks ODGJ karena dengan demikian maka yang bersangkutan menjadi minder dan bukan tidak mungkin penyakitnya bisa kambuh,”kata Marmi.

Tentang keberadaan ODGJ yang masih tampak di jalan, Marmi mengatakan bahwa secara pribadi pihaknya menaruh rasa prihatin namun demikian pihaknya belum bisa berbuat banyak mengingat keterbatasan yang ada baik dana maupun sarana dan prasarana.

TNI-Polri Sweeping Perbatasan Cegah Pelintas Ilegal dan Penyelundupan, Ini yang Dilakukan

RS Siloam dan Satgas Pamtas Gelar Bakti Sosial Kampung Sehat Tapal Batas

“Hingga kini di Ende belum ada tempat khusus untuk menampung ODGJ jadi keberadaan ODGJ masih bebas berjalan-jalan. Syukurlah mereka tidak mengganggu warga,”kata Marmi.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved