Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Selasa 5 November 2019 "Tantangan Keluarga di Era Digital"

Renungan Harian Kristen Selasa 5 November 2019 "Tantangan Keluarga di Era Digital"

Renungan Harian Kristen Selasa 5 November 2019
ISTIMEWA
Renungan Harian Kristen Selasa 5 November 2019 "Tantangan Keluarga di Era Digital" 

Raja Yosia memulainya dengan mengembalikan Israel pada hukum yang terutama dan utama. Yaitu,

Mengenal dan mengetahui siapa Tuhan kita

Sebagaimana dicatat dalam Ulangan 6:4 dikatakan; dengarkanlah hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa.

Yosia bertekad memurnikan ini. Semua orang harus tahu siapa Tuhan mereka.

Karena Sejarah raja-raja menceritakan bahwa bangsa Israel rusak karena tidak kenal Tuhan yang benar. Mereka melupakan Tuhan, meragukan Tuhan dan beralih percaya kepada Ilah yang lain.

Bacaan ini masih sangat relevan bagi umat Tuhan masa kini.

Sebagai ortu kita harus Memberitahukan kepada anak-anak siapa Tuhan mereka.

Katakan bahwa Tuhan berkuasa atas hidup mereka.

ceritakan pengalaman bapa/mama tentang bagaimana mengenal Tuhan dan bagaimana Tuhan berkuasa atas hidup bp/mm.

Hanya dengan mengenal Tuhan, kita bisa percaya kepadaNya.

Menghormati/hidup takut akan Dia serta belajar isi hatiNya. Sehingga kalau mau buat jahat pikir ulang-ulang.

Kalau kita melihat Prinsip orang Yahudi sangat ketat. Ketika seorang bayi yahudi lahir, mereka sudah diperkenalkan tentang Allah. Bapa/kakek membisikan diteliga bayi tentang pengakuan iman Israel. ‘dengarlah hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Pengajaran tentang Taurat dilakukan sampai usia 12 tahun.

Bukan Cuma itu saja, mereka juga tidak bolehan keluar rumah kalau belum selesai katekisasi dari ortu. (56 jam/mgg katekisasi dirmh) di sini ortulah yang berperan.

Rumah harus jadi tempat dimana anak belajar membereskan hidup, menjadi orang yang mengenal mengenal Tuhan dan menjadikan Tuhan satu-satunya yang terpenting dalam hidupnya.

Dari pintu rumah, ia bisa keluar ke masyarakat melalui pintu gerbang.

Kalau anak-anak kita sudah kenal Tuhan dengan benar dalam rumah, kita tidak usah kuatir, kemanapun ia pergi ia akan pulang dengan selamat.

Sayangnya dijaman yang modern ini sudah tidak banyak ortu yang memberi pangkuan mereka untuk anak belajar tentang Tuhan. orangtua sudah tdk ada waktu untuk mendidik anak dirmh. Fungsi pendidikan dalam rumah dialihkan ke sekolah dan gereja.

Mendidik anak memang tidak mudah. Tetapi wajib dilakukan. Dalam Ulangan 6:4-9, kata ‘harus’ disebutkan 5x; haruslah engkau

perhatikan, haruslah engkau mengajarkan berulang2 kepada anak2mu, haruslah engkau mengikatkannya pada dahimu, haruslah engkau menuliskan pada tiang pintu rumahmu. Kata harus ini menunjukkan ‘urgensi-keadaan darurat’.

Kalau tidak melakukan maka pasti ada akibatnya dan kalau melakukannya hidupmu dan anak2mu akan terpelihara.

Karena itu harus dilakukan berulang2 dalam keadaan apapun. Ayat 7 said; ajarkan berulang2 dalam keadaan apapun.

Segala sesuatu yang dilakukan berulang2 akan jadi kebiasaan dan kebutuhan.

Inilah cara kita memproteksi hidup kita dan juga anak-anak kita di era digital ini. tidak ada kata terlambat. kita harus melakukannya, kita harus menjadi Yosia masa kini yang membuat revolusi iman dalam keluarga sehingga gereja dan masyarakat mendapat sumbangan postif dari setiap keluarga Kristen.

Amin. (*)

Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved