Pasutri Asal Jerman Diusir dari Kapal Pesiar Karena Bersuara Terlalu Keras Saat Berhubungan Seks

Pasutri asal Jerman dilaporkan diusir dari sebuah kapal pesiar gara-gara mengeluarkan suara terlalu keras saat mereka berhububungan seks

Pasutri Asal Jerman Diusir dari Kapal Pesiar Karena Bersuara Terlalu Keras Saat Berhubungan Seks
Shutterstock
Ilustrasi kapal pesiar Mein Schiff 5. 

Cerita Pasutri Asal Jerman Diusir dari Kapal Pesiar Karena Bersuara Terlalu Keras Saat Berhubungan Seks

POS-KUPANG.COM, BRIDGETOWN- Pasangan suami istri atau pasutri asal Jerman dilaporkan diusir dari sebuah kapal pesiar gara-gara mengeluarkan suara terlalu keras saat mereka berhubungan seks di balkon kapal.

Selanjutnya mereka mengalami nasib sial karena terdampar dan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk bisa kembali ke negara asal Jerman.

Dilansir dari Kompas.com, keduanya diminta oleh kru untuk turun di Barbados ketika baru sehari menginjakkan kaki dalam agenda selama dua pekan ke Kepulauan Karibia.

Pasangan Jerman bernama Renate F dan suaminya, Volker, itu dilaporkan membiarkan pintu balkonnya terbuka ketika berhubungan seks.

Dilaporkan Reise Reporter via Daily Mirror Sabtu (2/11/2019), mereka berniat menuntut perusahaan kapal pesiar karena dibiarkan "terdampar".

Renate dan Volker mengungkapkan, awalnya mereka memesan paket liburan bersama Mein Schiff 5, yang memulai pelayaran sejak 1 April lalu.

Ketika kapal itu tengah berlabuh di Barbados, keduanya mengakui mengeluarkan suara terlampau keras saat berhubungan seks, namun lupa menutup pintu balkon.

Setelah itu, Renate menuturkan dia dan suaminya sempat bertengkar selepas bercinta. Tetapi dia mengklaim tidak ada kerusakan.

Volker tengah mandi dan Renate sedang merokok di balkon ketika manajer, didampingi keamanan, datang dan memberi tahu kapten menyuruh mereka keluar.

Setelah diusir dan diturunkan di Barbados, keduanya mengaku terdampar, dan harus membayar banyak uang untuk membeli tiket pesawat ke Paris, Perancis, sebelum pulang ke Jerman.

Pasangan itu lalu mengambil jalur hukum dan menuntut perusahaan wisata untuk membayar ganti rugi, termasuk kompensasi "rasa sakit" dan uang mereka dikembalikan.

TUI selaku operator kemudian memberikan tanggapan. "Karena insiden keamanan, kami menggunakan hak kami agar tamu meninggalkan kapal."

Perusahaan mengaku sudah berkorespondensi dengan Renate untuk menjelaskan terkait kebijakan mereka, utamanya soal ganti rugi.

Dalam kebijakan mereka, penumpang yang membuat keributan maupun membahayakan penumpang lain bisa diusir tanpa mendapat pengembalian uang.

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved