HPS Keuskupan Maumere Rekomendasikan Tanam Pohon di Mata Air

Perayaan HPS Keuskupan Maumere merekomendasikan tanam pohon di mata air di daerah itu

HPS Keuskupan Maumere Rekomendasikan Tanam Pohon di Mata  Air
POS-KUPANG.COM/EGINIUS MO’A
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyaksikan pameran produk pangan lokal pada perayaan HPS Keuskupan Maumere, Kamis (6/11/2019) di Paroki Lekebai, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Pulau Flores. 

Perayaan HPS Keuskupan Maumere merekomendasikan tanam pohon di mata air di daerah itu  

POS-KUPANG.COM | MAUMERE -  Perayaan  Hari  Pangan  Sedunia   (HPS)  ke-39  tingkat Keuskupan  Maumere di  Pulau  Flores,  Rabu  (6/11/2019)  di Paroki Lekebai menghasilkan rekomendasi   utama  penanaman  pohon di lokasi mata air dan   daerah  aliran sungai (DAS)  Riawajo dan  Dagesima. Penanaman  pada   2019   dipimpin oleh  Camat Mego, Paga,  Tanawawo dan  Camat Magepanda.

Diskusi  HPS  menghadirkan  sekitar  300 peserta  diikuti   Bupati  Sikka, Fransiskus Roberto Diogo,     Vikjen Keuskupan Maumere,  RP. Telesforus  Jenti,  O.Carm.

HM Darwis Nilai Kenaikan UMP Masih Wajar

RP.Telesforus,   menyoroti  pembakaran dan perusakan hutan. Harus menjadi  gerakan  malu membakar  hutan dan melakukan  inovasi pertanian  bernilai  ekonomis.

Sedangkan Bupati  Sikka, Fransiskus  Roberto  Diogo  mengatakan pertanian organik, data  rumah tangga petani dalam aplikasi  yang dapat diakses bersama.

Ia mengajak  masyarakat  menggunakan dan menghargai produk  olahan  dari   masyarakat Sikka yang  tidak  kalah kualitasnya  dari buatan  pabrik. Di kesempatan   ini, Roby Idong sapaan  Fransiskus  Roberto  Diogo menggelorakan semboyan  Bela Sikka, Beli Sikka, Beli  Sikka  mencintai  produk  olahan  pangan lokal.  

Kota Kupang Raih Penghargaan Kota Smart City 2019

Koordinator  HPS  PSE  Keuskupan Maumere, Fransiskus  Angelinus,   membeberkan   pemicu ketahanan pangan di  Indonesia dan  di  Sikka umumnya  yakni   perubahan  iklim, tenaga kerja sektor pertanian yang terus menurun, pengaruh kemasan  (packing) produk  makana dan minuman  dan pertambahan penduduk dan tingkat ketahanan pangan.

Ia  mengatakan,  Komisi  PSE-Caritas  Keuskupan Maumere  dalam  beberapa tahun belakangan  menyelenggarakan  HPS. Hal ini  berguna dalam pengembangan  pangan lokal khususnya  keluarga  dan membangun komitmen bersama dengan  pemda, gereja dan NGO.

“Dialog hari pangan adalah masalah  pangan disebabkan  perubahan  iklim, tenaga  kerja petani,  kemasan produk dan ledakan penduduk,”  kata Angelinus. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius  mo’a)

Pos-kupang.com/eginius  mo’a

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved