Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi: Siapkan Infrastruktur Ibarat Gula

Kata Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi: siapkan infrastruktur ibarat gula

Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi: Siapkan Infrastruktur Ibarat Gula
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala Biro Humas dan Protokol, Marius Ardu Jelamu, Direktur Bank NTT, Izhak Eduard Rihi dan Komisaris Independen, Semuel Djoh, menggelar Konferensi Pers Sinergitas Antara Pemerintah Provinsi NTT dan Bank NTT di Ruang Rapat Lantai II, Bank NTT, Rabu (6/11/2019). 

Kata Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi: siapkan infrastruktur ibarat gula

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Bank NTT mempunyai peran yang sangat strategis untuk bisa menerjamaahkan dan mengeksekusi mimpi Pemerintah Provinsi NTT. Oleh karena itu maka Bank NTT harus bertransformasi dimana visi misi Bank NTT harus diselaraskan dengan visi misi Pemerintah.

Hal ini diutarakan Pemerintah Provinsi NTT dan Bank NTT, Direktur Utama, Bank NTT, Izhak Eduard Rihi, pada Konferensi Pers terkait Sinergitas antara Pemerintah Provinsi NTT dan Bank NTT di Ruang Rapat Lantai II, Bank NTT, Rabu (6/11/2019).

Pemerintah Provinsi NTT dan Bank NTT Bersinergi Bangun Ekonomi Masyarakat

Izhak menyampaikan visi Bank NTT saat ini adalah "Rumah Perbendaharaan dan Kesejahteraan Rakyat NTT".

Dimana Bank NTT akan mengelola seluruh aset baik rakyat maupun pemerintah untuk semaksimalkan mungkin diupayakan kepada kesejahteraan masyarakat.

Bank NTT sedang mengembangkan sistem dengan membangun maping ekonomi rakyat yang mendata aset ekonomi rakyat yang produktif, sehingga mempunyai big data dan kedepan akan menjadi institusi yang bisa memberdayakan masyarakat langsung kepada rakyat tidak lagi ke desa.

Mahasiswa Undana Kupang Studi Lapangan ke Sekolah Alam di Desa Manusak

Lanjutnya, Bank NTT juga bertransformasi pada fungsi dan peran dengan mempunyai dua grand strategi yaitu berperan aktif menurunkan angka kemiskinan dan penurunan angka pengangguran melalui pemberdayaan UMKM yang fokus pada pembangunan industrilisasi dan infrastuktur daerah.

"Agar masyarakat bisa dibantu dan industri harus dikembanhkan karena ciri daerah maju karena ada industri. Jadi bank NTT siapkan skema ekosistem pembiayaan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Misalnya membiayai kopi di Bajawa dari tanam sampai pabrik mengelola kopi," katanya.

Kemudian, kata Izhak, Bank NTT juga akan membangun ekosistem pariwisata mulai dari obyek wisata, revitalisasi rumah rakyat menjadi home stay yang langsung berdampak kepada ekonomi rakyat, operator yang mengelola tempat wisata, atraksi budaya dan lainnya. Skema pembiayaan akan disiapkan bank NTT secara integrasi.

Disampaikannya Bank NTT juga menyiapkan skema pinjaman daerah NTT Bangkit NTT Sejahtera, karena kalau hanya mengandalkan APBD saja maka NTT akan begini saja.

Untuk itu maka harus ada stimulasi besar untuk membangun NTT. Dalam dua tahun kedepan, kata Izhak, akan dibangun infrastruktur pelayanan publik, kemudian infrastruktur UMKM dan infrastruktur industrialisasi.

"Jadi rantai ini tahapan awal. Ibarat semut mau datang harus ada gula dulu, infrastruktur adalah gula untuk mengundang datangnya semut. Kemarin kamu sudah lakukan tawaran pinjaman daerah kepada pemerintah. Sudah MoU dengan para Bupati, Walikota dan Gubernur tentang skema Bank NTT masuk lebih dalam pada pembiayaan-pembiayaan tersebut. Kita juga terkendala dengan berbagai regulasi, misalnya Bank masih bank buku kedua, modal baru Rp 1,3 triliun. Tetapi ada cela aturan yang bisa begerak lebih leluasa. Kami sedang berupaya agar pinjaman daerah sekitar Rp 5,6 triliun dijamin oleh pemerintah pusat sesuai aturan," tukasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved