Tanamkan Kepekaan Sosial, Fakultas Hukum Unwira Adakan KKL di Desa Hadakewa Lembata

7 dosen dan 250 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Had

Tanamkan Kepekaan Sosial, Fakultas Hukum Unwira Adakan KKL di Desa Hadakewa Lembata
Foto/Dokumentasi Fakultas Hukum Unwira
/Sebanyak 7 dosen dan 250 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata, 30 Oktober-6 November 2019. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Sebanyak 7 dosen dan 250 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira Kupang mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata, 30 Oktober-6 November 2019.

Melalui kegiatan di tengah masyarakat ini, mahasiswa diharapkan bisa mengaplikasikan teori yang sudah mereka terima selama duduk di bangku kuliah, mahasiswa juga bisa tahu masalah di masyarakat, dan mereka dilatih untuk bersosialisasi dengan masyarakat supaya ketika lulus nanti para mahasiswa tidak merasa asing dengan kehidupan masyarakat.

Wakil Dekan Fakultas Hukum, Vinsen Samara mengatakan para mahasiswa akan melakukan banyak kegiatan bersama masyarakat. Misalnya, penyuluhan hukum, menggelar proses peradilan semu bersama masyarakat, mengadakan bakti sosial yang melibatkan masyarakat, membuat bak sampah permanen di empat dusun, bersih pantai, dan olahraga bersama masyarakat. Tak hanya itu, mereka juga setiap malam memutar film edukasi kepada masyarakat. Kuliah kerja lapangan ini melibatkan mahasiswa semester 1-7.

DPRD TTU Temukan Selisi Anggaran Rp. 200 Miliar Lebih dalam Dokumen KUA PPAS

Sementara itu, para dosen juga diminta oleh Pemkab Lembata melakukan sosialisasi penggunaan dana desa kepada para kepala desa di Lembata.

"Kami juga memback up penyuluhan hukum mahasiswa karena isu sentral di sini menyangkut lingkungan hidup," ungkap Vinsen selaku Koordinator KKL, Selasa (5/11/2019).

 Ini Dua Pemain Persib Bandung yang Diperiksa Dokter, Bisa Main Lawan PSIS? Info

Sebelumnya Vinsen juga sudah melakukan survei dan bertemu pemerintah Kabupaten Lembata sehingga menetapkan Desa Hadakewa sebagai lokasi KKL.

"Ada hal di desa yang membutuhkan keterlibatan mahasiswa yaitu penyuluhan hukum."
Lebih lanjut dia menyebutkan kegiatan serupa merupakan kegiatan tahunan kampus dan sekitar 6 tahun terakhir ini tidak pernah diadakan di luar Pulau Timor.

Respon masyarakat terhadap kehadiran para mahasiswa sangat baik dan antusiasmenya cukup tinggi. Kata Vinsen, sebelum berangkat Rektor Unwira, Pater Philipus Tule berpesan untuk membawa nama lembaga dengan menunjukkan kalau mahasiswa adalah masyarakat ilmiah. Oleh karena itu, tutur kata dan sikap harus mencerminkan kalau mereka insan ilmiah. Hal lain yang penting jug adalah adaptasi dengan masyarakat dan mengambil nilai positif bagi masyarakat dan meninggalkan kesan yang baik untuk masyarakat.

"Apa yang didapat di bangku kuliah hanya berapa persen saja dibandingkan dengan masyarakat. Jadi pulang dari sini mereka harus buat laporan atas kegiatan ini."

Dekan Fakultas Hukum, Yustinus Pedo menyebutkan sasaran kegiatan ini adalah supaya anak anak tidak hanya dibekali teori dan asas tetapi yang paling penting bagaimana mereka belajar hidup bermasyarakat sesuai dengan visi tidak hanya berwawasan global tapi juga berakar pada kearifan lokal.

Di Desa Hadakewa mereka belajar budaya kehidupan masyarakat berupa kearifan lokal dan hukum-hukum lokal yang sifatnya membangun.

"Kita juga mau mendengar lebih banyak dari masyarakat."
Salah satu alasan Desa Hadakewa dipilih sebagai lokasi KLL, kata Yustinus, adalah karena desa itu adalah salah satu desa di NTT yang inovatif dan kreatif. Apalagi Kepala Desa Hadakewa, Klemens Kwaman baru-baru ini diundang Presiden Joko Widodo pergi ke India dan melakukan presentasi di sana.

"Dia (kepala desa) mengubah kehidupan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Kami juga mau mendengar itu," urainya.
Menurutnya, para mahasiswa tinggal di rumah-rumah warga supaya mereka bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat desa. *)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved