Baru 19 Perusahaan Swasta di Sumba Timur Sudah Bayar Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Baru 19 perusahaan swasta di Sumba Timur sudah bayar tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan

Baru 19 Perusahaan Swasta di Sumba Timur Sudah Bayar Tunggakan Iuran BPJS Ketenagakerjaan
ISTIMEWA
Kegiatan upaya non Litigasi negosiasi pembayaran tunggakan iuran wajib BPJS Ketenagakerjaan antara Jaksa Pengecara Negera (JPN) dengan 19 Perusahan 

Baru 19 perusahaan swasta di Sumba Timur sudah bayar tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sebanyak 19 perusahan swasta di Kabupaten Sumba Timur baru membayar tunggakan iuran wajib BPJS Ketenagakerjaan.

Ke-19 perusahan Swasta yang baru membayar tunggakan BPJS itu juga berkat dilakukan upaya non Litigasi berupa negosiasi pembayaran tunggakan iuran wajib BPJS Ketenagakerjaan antara Jaksa Pengecara Negera (JPN) dengan 19 Perusahan tersebut.

Banyak Kendaraan Plat Luar Daerah NTT di Sumba Timur Tidak Manfaatkan Tax Amnesty

Kepala Kejaksaan (Kajari) Sumba Timur, Setyawan Nur Chaliq, SH.,MH, menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (5/11/2019).

Setyawan didampingi Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) Kejari Sumba Timur, M.Syafa, SH, mengatakan, melalui upaya non litigasi berupa negosiasi pembayaran tunggakan iuran wajib BPJS ketenagakerjaan antara jaksa pengacara negara (JPN) dengan 19 perusahaan swasta yg menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan itu berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Sumba Timur, Senin (4/11/2019) kemarin.

Draf Rancangan Perbup Pembayaran Jasa Jampersal Dikonsultasikan ke Bupati Tahun

Setyawan menjelaskan, kegiatan negosiasi itu merupakan follow up atas surat kuasa khusus (SKK) yang diterima oleh JPN pada tanggal 30 oktober 2019.

Dikatakan Setyawan, dalam SKK itu, sampai dengan bulan Oktober 2019, tercatat ada 55 perusahaan swasta yang yang belum bayar iuran wajib BPJS Ketenagakerjaan alias tunggakan dengan total tunggakan sebesar Rp.341 juta rupiah.

"Dan setelah dilakukan upaya negosiasi oleh JPN, ada sekitar 19 direktur perusahaan yang langsung melunasi tunggakan iuran BPJS. Sedangkan sisanya masih nunggu jadwal negosiasi berikutnya,"jelas Setyawan.

Setyawan juga mengharapkan, agar bagi perusahan swasta yang masih menunggak iuran BPJS tersebut agar segera membayar setelah dilakukan negosiasi berikutnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved