Peserta Pelatihan Kewirausahaan Belajar Budidaya Kopi Arabika di Desa Wae Ri'i

rasa kopi di Bali untuk meningkatkan keterampilan meracik kopi agar rasa kopi yang dihasilkan nanti betul-betul esuai kebutuhan penikmat kopi

Peserta Pelatihan Kewirausahaan Belajar Budidaya Kopi Arabika di Desa Wae Ri'i
POS KUPANG/ISTIMEWA
Peserta pelatihan kewirausahaan kopi sedang berada di kebun kopi arabika Desa Wae Ri'i, Manggarai. 

“Kami baru mengetahui proses budidaya kopi arabika, sebagai orang muda yang akan siap membuka usaha sendiri setelah pelatihan ini berkomitmen memilih usaha kafe sebagai sumber penghidupan, dan harus berani untuk buka usaha sendiri. Saya akan buka usaha sendiri di Borong, pengalaman selama 2 hari mengikuti pelatihan Barista mengilham atau memotivasi saya untuk menjadi orang muda yang berani membangun usaha kafe sendiri. Pengalaman dari trainer, seorang barista dari bali meyakinkan saya bahwa diusia 23 tahun sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk memulai,” cerita Dion, anak muda dari Borong.

Lebih lanjut dia mengatakan, materi yang diberikan pada pelatihan ini telah menambah keterampilan dan spirit tentang bisnis, jujur saja saya katakana bahwa salami ini saya sudah membangun usaha kuliner, dengan pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama pelatihan tentu akan menambah motivasi dalam menjalankan bisnis, orang muda harus berani, apalagi sekarang lapangan kerja terbatas.

Nobertus Wolo, salah peserta, berusia 22 tahun, asal Watu Alo yang telah bekerja di Niang Kafe mengaku keterampilannya telah meningkat dalam meracik kopi, hal ini tentu akan meningkatkan mutu cita rasa kopi dan kepuasan para konsumen atau penikmati kopi yang akan berkunjung ke Niang Kafe. Sebagai orang muda Manggarai akan siap untuk menjelaskan tentang kopi kepada pengunjung Niang Kafe yang umumnya berasal dari Eropa.

“Kami telah dilatih meracik kopi Latte dan ekspreso cappucino yang diperkenalkan oleh Trainer dari Bali. Selain keterampilan dalam meracik kopi kami juga diajarkan tentang bagaimana membangun mentalitas kewirausahaan agar kami tidak boleh pantang menyerah. ini pelajaran penting ,”cerita Berto, anak muda yang Bapa dan Mamanya bekerja sebagai petani.

Berto juga bertekad agar kopi Manggarai harus go Internasional untuk memperluas Pasar.

Namun menurut Intan Kumalasari, Trainer pelatihan yang didatangkan dari Bali mengaku bahwa beberapa cara untuk menghasikan cita rasa kopi yang populer sekarang ini khususnya di bali tidak bisa diajarkan saat pelatihan karena terbatasnya peralatan, yang rasa ekspereso saja dibuat secara manual.

Untuk itu, dia berharap kepada para peserta harus memiliki peralatan yang memadai, terus kreatif dan belajar komparasi rasa kopi di Bali untuk meningkatkan keterampilan meracik kopi agar rasa kopi yang dihasilkan nanti betul-betul esuai kebutuhan penikmat kopi.

“Selain itu, dia menyarankan para peserta yang ikut pelatihan, belajar tentang managemen dengan pengusaha kafe di bali yang umumnya adalah anak-anak muda dan juga mereka harus bentuk komunitas untuk saling meningkatkan keterampilan,”ungkap Intan yang dikenal juga sebagai Q Grader Nasional.

Rocky Gerung Binta ILC Ditolak Sejumlah Kampus, Ternyata Ini Penyebabnya! Singgung Ngruki

BKPP Belum Bisa Keluarkan Rincian CPNS Jatah TTS

Pernah Kesal Nama Anaknya Dijiplak,Kali ini Franda Istri Samuel Zylgwyn Protes Wajahnya ada di Truk

Dia juga menilai bahwa 80 persen peserta aktif belajar dan ini baik sekali sedangkan 20 persen yang lain masih malu-malu untuk bertanya dan belajar.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved