Masalah Bongkar Muat Jadi Sebab Kelangkaan Semen di Lembata, Simak Penjelasan Bupati Sunur

Masalah bongkar muat jadi sebab kelangkaan semen di Lembata, simak penjelasan Bupati Sunur

Masalah Bongkar Muat Jadi Sebab Kelangkaan Semen di Lembata, Simak Penjelasan Bupati Sunur
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Aktivitas bongkar muat semen di salah satu toko bangunan di Kota Lewoleba, Senin (4/11/2019). 

Masalah bongkar muat jadi sebab kelangkaan semen di Lembata, simak penjelasan Bupati Sunur

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Komisi II DPRD Lembata bersama pemerintah telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di toko-toko bangunan guna mencari tahu sebab kelangkaan semen yang terjadi di Kabupaten Lembata selama ini.

Mereka pun menemukan kalau masalah kelangkaan semen itu disebabkan karena adanya kendala bongkar muat di Pelabuhan Laut Lewoleba.

Ditolak dan Diusir, Suka-Duka Yohanes Menangani Orang Gangguan Jiwa di Kecamatan Nita, Sikka

Anggota Komisi II DPRD Lembata, Florentinus Ola, mengatakan proses bongkar muat di pelabuhan mengalami kendala karena ketika kapal-kapal Pelni masuk, kapal pengangkut semen yang mau melakukan bongkar muat harus keluar dari area pelabuhan.

Proses bongkar muat tertunda bisa dua sampai tiga hari yang tentu saja sangat merugikan.

"Kalau kapal Pelni masuk mereka harus keluar, begitu mereka keluar kan bisa dua sampai tiga hari. Lalu mereka masuk kembali, waktu mereka tertunda karena mereka harus antar semen lagi ke daerah lain," kata Florentinus di Gedung DPRD Lembata, Senin (4/11/2019).

Formasi CPNS 2019 Kota Kupang Terbanyak untuk Tenaga Pendidikan

"Memang pihak toko katakan kalau mereka punya modal untuk datangkan kapal dengan kapasitas besar tetapi pelabuhan tidak memungkinkan."

Pihaknya juga sudah melakukan rapat khusus dengan pemerintah guna membahas masalah kelangkaan semen ini.

Anggota DPRD Lembata lainnya, Piter Bala Wukak, mendesak dinas teknis untuk lakukan pembenahan bongkar muat semen di pelabuhan supaya tidak merugikan pengusaha kapal yang berlabuh di sana.

"Kalau berlabuh terlalu lama kan rugi para pengusaha yang punya kapal ini karena ada retribusi yang harus mereka bayar. Ini solusi yang harus dicari bersama."

Dia mengusulkan supaya tenaga kerja bongkar muat bisa diperbanyak lagi sehingga proses di pelabuhan bisa lebih cepat.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur juga menyebutkan selain masalah tenaga kerja bongkar muat, yang perlu dievaluasi juga adalah waktu kerja para tenaga kerja di sana.

Menurut Bupati Sunur, hal ini tentu perlu dibicarakan di dewan supaya ketika pemerintah melakukan penindakan di lapangan tidak terjadi keributan karena sudah ada kesepakatan antara Pemkab dan DPRD Lembata.

Hal ini dia sampaikan di hadapan anggota DPRD Lembata dalam Pidato Pengantar Nota Keuangan Atas Ranperda Lembata Tentang APBD Lembata Tahun 2020.

"Jadi kelangkaan semen bukan karena faktor tidak adanya distribusi semen ke Lembata tetapi karena faktor orang tidak mau masuk lagi ke Lewoleba karena tidak teratur," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved