2 Pejabat DKI Mundur, Fraksi PSI Minta Gubernur Anies Evaluasi Gaya Kepemimpinan

2 pejabat DKI Jakarta mundur, fraksi PSI minta Gubernur Anies Baswedan Evaluasi Gaya Kepemimpinan

2 Pejabat DKI Mundur, Fraksi PSI Minta Gubernur Anies Evaluasi Gaya Kepemimpinan
KOMPAS.COM/NURSITA SARI
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra Satria Wirawan mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/11/2019). 

2 pejabat DKI Jakarta mundur, fraksi PSI minta Gubernur Anies Baswedan Evaluasi Gaya Kepemimpinan

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Pengunduran diri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda) Sri Mahendra Satria Wirawan dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Edy Junaidi dinilai sebagai dampak dari cara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menangani penyusunan anggaran.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana mengemukakan hal itu di Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Pemda TTS Dapat Bantuan 2 Mobil Tangki dan 2 Sumur Bor, Ini Penjelasan Bupati Tahun

Menurut dia, sistem penyusunan anggaran yang tidak transparan dan buruk di DKI Jakarta menjadi alasan utama pengunduran diri dua pejabat tersebut.

"Kontrol kebijakan ada di gubernur. Jadi saya enggak sama sekali menyalahkan Kadisparbud dan Kepala Bappeda karena semua tanggung jawab ada di gubernur," kata William saat dihubungi, Sabtu.

Politisi muda itu meyakini, para aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemprov DKI sebenarnya siap untuk transparan dalam pembahasan anggaran.

Presiden Jokowi Diingatkan Berhati-hati Memilih Dewan Pengawas KPK, Ini Tanggapan Sekjen PDIP

Namun, Anies yang menutup-nutupi proses pembuatan anggaran. Hal itu menyebabkan para ASN tersebut mendapat tekanan dari publik setelah beberapa kejanggalan anggaran yang diusulkan terkuak.

"Kami enggak mau salahkan ASN karena dasarnya ASN siap transparan. Mereka sudah biasa dikritik dan dikuliti," kata dia.

Ia berharap agar kejadian itu bisa menjadi pemantik bagi Anies mengevaluasi gaya kepemimpinannya.

"Seharusnya kejadian ini menjadi momentum untuk dia evaluasi gaya kepemimpinannya ini," ujar William.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved