Ini NIlai Denda bagi Pengendara Motor Jika Lewat Jalur Sepeda Waspadai Jalur Sepeda Berikut

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan, mereka akan mulai ketat menyeterilkan jalur sepeda mulai tanggal 20 November mendatang.

Ini NIlai Denda bagi Pengendara Motor Jika Lewat Jalur Sepeda Waspadai Jalur Sepeda Berikut
Warta Kota/Desy Selviany
Pengendara motor ramai-ramai melewati jalur sepeda di Jalan Tomang Raya Selasa (29/10/2019) sore. 

POS KUPANG.COM -- Pengendara motor ramai-ramai melewati jalur sepeda di Jalan Tomang Raya Selasa (29/10/2019) sore. 


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan, mereka akan mulai ketat menyeterilkan jalur sepeda mulai tanggal 20 November mendatang.

Tidak main-main, sejumlah polisi lalu lintas (polantas) akan siaga menjaga jalur sepanjang 63 Km itu. 
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat tengah lakukan uji coba jalur sepeda fase 3. 

"Untuk pengamanan jalur sepeda kita akan berkerjasama dengan pihak Kepolisian lalu lintas," kata Syafrin ditemui di Tomang, Jakarta Barat, Sabtu (2/11/2019). 

Nantinya, kata Syafrin, para aparat polisi lalu lintas akan menjaga dan mensterilkan jalur sepeda dari pengendara lain. 

Meraih 82 Suara, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Terpilih sebagai Ketua Umum PSSI

Dulu Kurus Ganteng Berkarisma, Lihat Foto Lawasnya Mendagri Tito Karnavian Gagah dan Necis,Info

"Jika terjadi pelanggaran terhadap marka, maka polisi akan lakukan tilang,  sesuai dengan peraturan yang ada kalau ada pelanggaran marka maka denda maksimal Rp250 untuk pengendara pelanggar jalur," jelas Syafrin.
Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba perdana jalur sepeda fase 3 Sabtu (2/11/2019).

Uji coba dilakukan sepanjang 15 kilometer dari Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat sampai Jatinegara, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan uji coba tersebut menambah jalur sepeda yang ada di Jakarta menjadi 63 Km dua arah.

Kata Syafrin, diharapkan uji coba tersebut bisa menjadi strategi rekayasa sosial agar masyarakat bisa memberikan masukan kepada pemerintah terkait jalur sepeda yang akan resmi diberlakukan 20 November mendatang. 

"Jadi, kalau ada desain yang kurang cocok akan kita perbaiki sehingga pada tanggal 20 November desainnya sudah sesuai dengan aspek keselamatan dan kenyamanan pesepeda," kata Syafrin ditemui di Wisma Pusri, Sabtu (2/11/2019). 

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved