Pamsimas Masuk di Kabupaten Manggarai Timur, 68 Desa Nikmati Air Minum

pendekatan pemberdayaan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah.

Pamsimas Masuk di Kabupaten Manggarai Timur, 68 Desa Nikmati Air Minum
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Plt Kadis PUPR Matim, Yos Marto 

Pamsimas Masuk di Kabupaten Manggarai Timur, 68 Desa Nikmati Air Minum

POS-KUPANG-COM|BORONG--Program Pamsimas di Manggarai Timur (Matim) yang masuk ke desa-desa telah memberikan pelayanan air minum bersih kepada masyarakat di 68 desa pada tahun anggaran 2013-2015.

Demikian sambutan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Matim, Yos Marto dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bidang Cipta Karya , Ignas Woda saat acara sosialisasi program Pamsimas III tahun anggaran 2020 di Aula Hotel Gloria Borong, Selasa (29/10/2109) pagi.

"Melalui program sanitasi tersebut terjadi peningkatan warga miskin menikmati air minum bersih dan pola hidup sehat melalui pendekatan pemberdayaan. Selama tahun 2013 hingga 2015 Program Pamsimas ini berhasil mengintervensi 68 desa untuk menikmati air minum bersih di Matim," kata Ignas.

Ia mengatakan, pendekatan pemberdayaan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah.

"Sesuai surat keputusan Kementerian PUPR, 15 Desember 2015 lalu, Kabupaten Matim ditetapkan sebagai salah satu kabupaten dengan sasaran penerapan Pamsimas tahun anggaran 2020. Target RPJMD 2015 -2109 dengan Program Pamsimas percepatan pembangunan dalam penyediaan air minum dan sanitasi secara nasional.
Setiap program tentu tidak ada yang mulus demikian juga program pamsimas menemukam beberapa persoalan pokok diantaranya masih rendahnya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan air minum dan sanitasi baik pemanfatan, pemeliharaan sarana dan prasarana serta keterlibatan dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan, masih lemahnya koordinasi antara pihak yang berkepentingan," ujar Ignas.

Ia mengungkapkan, perencanaan dan program pembangunan kurang komperhensif sehingga menyebabkan tidak efisien.

Maka itu, paparnya, untuk mengatasi masalah itu, perlu dilakukan suatu terobosan melalui strategi dan program pembangunan yang komperhensif, terintegritas, jangka panjang dan melibatkan berbagai pihak.

"Berbagai Strategi harus diikuti dengan komitmen dan kerja keras. Baik di bidang pendanaan, penguatan kelembgaan dan sumber daya manusia, penegakan peraturan, pemilihan opsi teknologi, penyedia air minum dan sanitasi yang tepat maupun peningkatan partisipasi dunia usaha dan masyarakat," tutur Ignas.

Ia mengaku, ada beberapa desa yang antusias dan begitu seriusan warga terhadap pengeloaan Program air minum dan sanitasi masyarakat (Pamsimas) adalah bukti kehadiran Pamsimas ternyata menumbuhkan kembali harapan masyarakat sekitar akan kemudahan dalam mengakses air minum yang layak dikonsumsi.

Pamsimas hadir dengan konsep pengelolaan yang mengedepankan aspek legitimasi, akuntabilitas, partisipasi dan berkelanjutan (Sustainable).

"Secara kelembagaan, pelaksanaan program pamsimas diawali dengan musyawarah pembentukan Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), di mana kelompok tersebut merupakan representasi dari seluruh masyarakat. Adanya program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dari pemerintah pusat benar-benar membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih," ungkap Ignas.

Sementara itu Camat Rana Mese, Maria Anjelina Teme, mengatakan, adanya program pamsimas, warga setempat sangat terbantu dalam mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi.

Ada Tahap Lanjutan Lelang Jabatan di Mabar, Masih Tunggu Rekomendasi Dari KASN

Kepada Pamsimas Kabupaten Matim, Maria, mengajak untuk tetap melakukan sosialisasi ditingkat kecamatan karena ini sangat penting supaya kelompok didesa bisa hadir.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu )

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved